Panduan Melakukan Riset Keyword untuk Menemukan Kata Kunci Terbaik dalam SEO

Semua pemilik website pada suatu saat akan menyadari betapa pentingnya keyword dan risetnya.

Terutama saat mereka sudah lelah membuat banyak konten, tapi websitenya masih sepi.

Meskipun sudah di peringkat 1.

Itulah mengapa riset kata kunci merupakan tahapan yang seharusnya dilakukan di awal, ketika website anda baru dibangun.

Bukan ketika mereka sadar websitenya salah.

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa

Mengapa keyword research sangat penting?

Saya garis bawahi sangat, karena memang sangat penting.

Coba ingat kembali, apa tujuan anda mempelajari SEO?

Mendapatkan pengunjung?

Meningkatkan penjualan?

Atau mendapatkan penghasilan?

Biasanya sih ketiganya. Dimulai dari mendapatkan pengunjung, kemudian penjualan akan meningkat, dan anda akan mendapatkan penghasilan tambahan. Sayangnya, tanpa riset kata kunci, semua itu mustahil. Mengapa? Ada 3 alasannya.

 

Disinilah para pemula melakukan kesalahan

Tidak semua keyword itu sama.

Ada keyword yang sering dicari, ada pula yang sepi.

Kalau anda tidak paham dengan keyword research, maka kemungkinan besar anda akan menargetkan kata kunci yang tidak pernah dicari sama sekali.

Itulah yang sering dilakukan.

Mereka membuat konten tanpa peduli dengan keyword, kemudian merasa bangga bahwa websitenya sudah masuk ke halaman satu.

Tapi pengunjungnya tetap sedikit.

Tidak ada perubahan sama sekali.

Percuma kan?

Sudah susah payah membuat konten, tapi ternyata tidak ada yang tertarik.

 

Dan disinilah para pakar terjebak

Katakanlah Budi punya website yang menjual suatu produk.

Supaya website ini banyak pengunjungnya, Budi menargetkan keyword-keyword dengan volume pencarian yang besar melalui Google Keyword Planner.

Okelah, karena Budi ini pakar SEO, 2 minggu kemudian peringkat 1.

Pengunjung berdatangan…

Tapi ternyata tidak ada yang membeli produk yang ditawarkan.

Kenapa tuh?

Ini penyebabnya:

Budi mengincar kata kunci yang salah.

Yang perlu anda ingat, tujuan dari keyword research bukan hanya untuk menemukan kata kunci dengan jumlah pencarian terbanyak.

Bukan cuma mendatangkan pengunjung.

Melainkan untuk mendatangkan pengunjung yang tepat sasaran.

Kalau anda ingin supaya mereka membeli produk yang anda tawarkan, maka anda harus menargetkan keyword yang digunakan oleh orang yang memang ingin membeli.

 

Yang paling parah, ini kesalahan yang diajarkan secara turun-temurun

Bicara tentang riset keyword, biasanya hal yang pertama kali dilakukan adalah membuka Google Keyword Planner. Lalu memasukkan keyword.

Ini tidak benar.

Terutama bagi pemilik website baru.

Kesalahan ini terlalu parah sampai-sampai cara tersebut terus dilakukan dan diajarkan secara turun-temurun kepada pemula. Kacau.

 

Lihat kasus berikut:

Misalnya Budi punya website yang menjual jasa kursus Bahasa Inggris.

Maka Budi ingin mendapatkan peringkat 1 untuk kata kunci “kursus bahasa inggris”. Kata kunci ini dijadikan sebagai target utama.

Sampai di situ tidak ada masalah.

Ini masalahnya:

Seperti yang dilakukan banyak orang, Budi langsung memasukkan keyword utamanya ke Google Keyword Planner.

Hasil yang didapatkan seperti gambar berikut.

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Selanjutnya apa?

Budi ingin mendapatkan rangking 1 untuk semua kata kunci tersebut.

Oleh karena itu, maka Budi membuat 6 artikel masing-masing menggunakan kata kunci yang ditampilkan dalam gambar tersebut.

Seminggu… dua minggu berlalu…

Ternyata tidak satupun dari artikel tersebut mendapatkan peringkat yang bagus di Google. Lebih parahnya lagi, website Budi bahkan tidak ada di 10 halaman pertama.

Justru websitenya kena penalti!

 

Apa yang terjadi? Kenapa Budi kena penalti?

Lihat lagi keyword tadi.

Semuanya hampir sama.

Ketika Budi membuat artikel yang masing-masing mengincar keyword tersebut, artikel di websitenya akan jadi mirip semua. Tidak ada variasi.

Akibatnya 2:

Pengunjung akan menganggap website anda dibuat secara asal-asalan, sehingga akan langsung pergi karena tidak mendapatkan informasi yang bagus.

Tidak hanya itu.

Google dan mesin pencari lain akan menganggap website anda “kurus”.

Kita tahu bahwa Google tidak suka website yang kurus, artinya website yang semua halamannya mengincar keyword yang sama. Sehingga isinya juga sama.

Itu sebabnya Budi kena penalti.

Maka dari itu, saya tekankan sebelum kita mulai:

Google Keyword Planner BUKAN tool untuk menemukan kata kunci baru.

Lain kali kalau ada orang yang menyarankan para pemula untuk menggunakan Google Keyword Planner untuk mencari keyword, beritahukan kepada mereka akibatnya.

 

4 Search Intent yang Harus Anda Pahami untuk Bisa Menentukan Nilai Sebuah Keyword

Selama ini kita menganggap semua keyword itu sama, hanya sebagai sebuah “kata”.

Kenyataannya tidak demikian. Kita harus menilai keyword berdasarkan intent dari pencarinya.

Tidak semua keyword punya nilai yang sama.

Ada keyword yang dicari oleh banyak orang, tapi sama sekali tidak berguna. Ada juga keyword yang volumenya sedikit, tapi nilainya tingggi.

Dalam bab ini, kita akan belajar menilai keyword berdasarkan search intent.

Search intent diartikan sebagai apa maksud atau tujuan dari pencarian yang dilakukan.

Contoh, ada orang yang melakukan pencarian di Google dengan keyword berikut:

  1. laptop asus

  2. beli laptop asus

  3. laptop asus terbaik di bawah 5 jutaan

Kira-kira apa hasil pencarian yang mereka harapkan untuk masing-masing keyword tersebut?

Coba dibayangkan.

Wajarnya seperti ini (nomornya berdasarkan urutan di atas):

  1. Ingin mengetahui jenis laptop dari web resmi ASUS

  2. Ingin membeli laptop ASUS

  3. Ingin mencari artikel rekomendasi laptop ASUS berdasarkan harga

Masuk akal kan?

Dengan mengetahui maksud atau intent tersebut, kita bisa membayangkan konten apa yang diinginkan oleh pencari.

Inilah cara kerja Google.

Google paham bahwa orang yang menggunakan kata kunci “beli laptop asus” pasti ingin membeli, maka dari itu halaman produk dari toko online akan mendapatkan peringkat atas.

Sedangkan konten artikel mustahil bisa mendapatkan halaman 1 untuk keyword tersebut.

Bagaimana dengan keyword pertama (“laptop asus”)?

Google paham bahwa user butuh informasi resmi/terpercaya. Maka dari itu, akan sangat sulit bagi website baru untuk bersaing di keyword ini.

Itulah search intent.

Lebih lengkapnya, kita bisa bagi search intent ke dalam 4 kategori.

 

Search intent #1 – Informational

Seperti namanya, orang yang menggunakan keyword informational pasti butuh informasi dengan cepat.

Contohnya:

  1. kalori tempe

  2. siapa presiden pertama indonesia?

  3. nilai dolar amerika hari ini

  4. cara membuat blog

  5. gejala demam berdarah

Maka dari itu, konten yang kita berikan harus berupa informasi.

Informational intent merupakan keyword yang paling banyak volumenya dibandingkan intent lain. Karena itu, website yang berisi informasi banyak bertebaran di internet.

Tapi ada yang harus diperhatikan.

Google paham bahwa user ingin mendapatkan informasi dengan cepat.

Maka seringkali untuk keyword yang sifatnya informational, Google sudah memberikan jawabannya langsung.

Seperti ini:

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Ini namanya quick answer box.

Gara-gara fitur dari Google ini, orang yang melakukan pencarian di Google jadi tidak perlu mengunjungi website manapun.

Dalam keyword berbahasa Inggris, quick answer box seperti ini akan menyebabkan jumlah pengunjung menurun drastis daripada sebelumnya.

Di Indonesia sekarang masih jarang, tapi kedepannya akan semakin sering.

Jadi, hati-hati memilih keyword.

Meskipun volumenya tinggi, tapi belum tentu bisa memberikan banyak pengunjung.

 

Search intent #2 – Navigational

Keyword jenis ini biasanya volumenya besar, tapi tidak ada manfaatnya.

Biasanya karena si pencari ingin langsung mengunjungi suatu website ketika melakukan pencarian, maka dari itu website lainnya tidak akan mendapatkan pengunjung.

Contohnya:

  1. garuda indonesia

  2. kaskus lounge

  3. login facebook

Mereka yang menulis keyword tersebut pasti ingin langsung ke website resminya, mereka cuma menggunakan Google sebagai sarana ‘numpang lewat’.

Jadi, hindari keyword ini.

 

Search intent #3 – Commercial Investigation

Ketika akan membeli suatu produk, apalagi yang harganya tinggi, biasanya kita tidak langsung beli begitu saja.

Kita akan search dulu di Google.

Kita akan membaca-baca dulu supaya tahu betul mana yang terbaik, belinya dimana, harganya berapa, apakah sedang ada promo atau tidak.

Inilah keyword commercial investigation.

Keyword yang kita gunakan ketika ingin mempelajari tentang produk/jasa tertentu sebelum membeli.

Contoh:

  1. hp android di bawah 5 jutaan

  2. harga kamera canon d330

  3. tempat kursus bahasa inggris di bandung

  4. web hosting terbaik di indonesia

Keyword jenis ketiga ini berpotensi menghasilkan pembeli.

Meskipun mereka mungkin belum ingin membeli langsung saat itu juga, tapi minimal mereka sudah pikir-pikir. Tugas kita adalah meyakinkan mereka.

Kalau anda ingin menjual produk/jasa, cari sebanyak-banyaknya keyword commercial investigation yang berhubungan dengan bisnis anda.

Kemudian siapkan konten yang berkualitas dan tepat sasaran.

 

Search intent #4 – Transactional

Ini tingkatan yang paling tinggi.

Orang yang melakukan pencarian di Google menggunakan keyword transactional berarti sudah siap membeli suatu produk/jasa.

Contoh:

  1. beli baju batik online

  2. jual sepatu futsal nike

  3. iphone bekas murah

Kalau anda menjual produk atau jasa, anda harus punya keyword ini.

Meskipun volume pencariannya sedikit, tapi tingkat konversinya sangat besar. Dibandingkan dengan keyword informational, volume besar tapi konversi kecil.

Tapi sayangnya, persaingan keyword seperti ini sangat berat, apalagi kalau anda menjual produk-produk yang populer. Biasanya sudah ada situs ecommerce raksasa seperti Lazada, MatahariMall, Zalora, dll.

Website baru akan kesulitan untuk mengalahkan para raksasa tersebut.

Oleh karena itu, selanjutnya akan kita bahas bagaimana strategi yang harus anda lakukan.

 

Memahami strategi keyword

Kita sudah pelajari 4 jenis keyword.

Ada yang volumenya besar tapi nilainya kecil (informational), ada juga yang volumenya kecil tapi nilainya besar (transactional).

Lalu keyword mana yang kita gunakan?

Sebelum itu, saya perlu memberitahu anda 1 kesalahan yang paling umum dalam SEO dan online marketing secara umum:

Terlalu fokus di kata kunci transactional.

Maksudnya, semua konten di halaman website mereka hanya mengincar kata kunci yang sifatnya transactional. Kata kunci lainnya diabaikan.

Jangan lakukan seperti itu.

Akibatnya:

  1. Pengunjung website tidak mendapatkan informasi yang memuaskan

  2. Website anda jadi terlihat mencurigakan/tidak terpercaya

  3. Sulit mendapatkan peringkat tinggi karena kontennya tipis

Maka dari itu, anda harus punya 3 jenis keyword tadi: informational, commercial investigation, dan transactional.

Jumlahnya?

Tergantung.

Kalau anda sanggup membuat banyak konten, maka informational sebaiknya lebih banyak daripada commercial investigation dan transactional.

Kalau tidak mampu, maka commercial investigatian lebih banyak.

Yang terpenting, perhatikan 2 hal ini:

  • Jangan buat terlalu banyak konten dengan kata kunci transactional. Fokus ke kualitas, bukan kuantitas

  • Keyword informational harus masih berhubungan dengan jenis produk yang dijual

Kira-kira seperti itu.

 

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa

Cara yang Benar untuk Mencari Keyword

1. Dapatkan beberapa ide awal dari keyword utama

Anda saat ini baru punya satu keyword yaitu kategori/industri website anda sendiri. Misalnya website yang menjual tiket pesawat kira-kira keywordnya “jual tiket pesawat”.

Satu ini saja tidak cukup.

Kalau satu keyword ini anda masukkan di tool seperti Google Keyword Planner, maka anda melakukan kesalahan seperti di atas tadi.

Maka dari itu, inilah yang kita lakukan:

Pikirkan beberapa keyword yang berkaitan dengan keyword utama tadi, lalu pisahkan berdasarkan search intent. Contoh, untuk website yang menjual tiket pesawat:

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Dalam contoh, saya cuma mencari kurang dari 10 keyword tiap intent. Dalam prakteknya nanti, anda sebaiknya mencari jauh lebih banyak dari ini.

Lebih banyak lebih baik.

Perhatikan terutama di bagian “informational”. Keyword-keyword ini bukan tentang tiket pesawat (keyword utama), tapi hubungannya masih sangat dekat.

Ketika ada yang mengunjungi website anda melalui keyword informational, mereka mungkin tidak akan langsung membeli, tapi lain kali saat mereka butuh, mereka akan datang kepada anda.

Maka dari itu, keyword informational berguna untuk mendapatkan pembeli dalam jangka panjang.

Nilainya rendah tapi sangat bermanfaat.

Kalau anda bingung dalam mencari idenya, coba jawab pertanyaan berikut:

 

Informational:

  • Apa permasalahan yang dimiliki oleh target pasar anda?

  • Apa yang membuat mereka tertarik membeli produk/layanan anda?

  • Permasalahan apa yang diselesaikan melalui produk/layanan anda?

  • Apa hal lain yang ingin mereka ketahui disamping produk anda?

 

Commercial investigation:

  • Apa yang jadi pertimbangan mereka sebelum menentukan pilihan?

  • Informasi apa yang mereka cari sebelum membeli? (spek, manfaat, harga)

  • Bagaimana cara mereka membandingkan produk sejenis? (terbaik, vs, review)

  • Apa ada kata sifat yang menggambarkan produk/layanan anda? (murah, berkualitas, biru, merah)

 

Transactional:

  • Bayangkan anda ingin membeli produk anda secara online, apa yang akan anda cari dari Google?

  • Apakah anda menyediakan diskon, gratisan, dan sejenisnya?

Di gambar tabel tadi ada keyword yang belum lengkap kalimatnya (misalnya: tujuan wisata terbaik di). Sekarang kita akan menggali versi lengkapnya dalam langkah kedua.

 

2. Gali keyword tambahan di KeywordTool.io

Anda pasti anda pernah melihat yang seperti ini:

Illustrasi Keyword Research – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Ini namanya Google AutoComplete.

Google akan secara otomatis melengkapi keyword yang anda tulis ketika melakukan pencarian.

Inilah yang kita manfaatkan untuk menggali keyword.

Masalahnya, kalau mencari satu per satu akan sangat lama…kita harus menulis “tempat wisata di a”, “tempat wisata di b”, “tempat wisata di c”, sampai Z.

Untungnya ada KeywordTool.io

KeywordTool.io adalah tool yang berfungsi untuk mendapatkan keyword turunan dari keyword utama yang anda masukkan berdasarkan Google Suggest.

Tool ini yang secara otomatis melakukan pencarian berulang-ulang kali untuk anda.

Caranya mudah, masukkan keyword ke kolom yang disediakan:

Illustrasi Keyword Research dengan Keyword tool – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Jangan lupa atur negara dan bahasanya.

Setelah itu tekan tombol kaca pembesar.

Hasilnya seperti ini:

Illustrasi Keyword Research dengan Keyword tool – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

400 keyword dalam sekejap dari 1 keyword!

Selanjutnya, klik tombol “Copy All” di kanan atas. Kemudian paste (CTRL + V) di notepad, Excel, atau yang lainnya terserah anda.

Ulangi untuk semua keyword tadi.

Terakhir, gabungkan semua keyword dalam intent yang sama ke satu notepad yang sama.

 

3. Dapatkan volume pencarian di Google Keyword Planner

Selanjutnya dengan berbekal kata kunci dari KeywordTool.io kita menuju ke GKP. Silahkan buat akun dulu kalau anda baru pertama kali.

Setelah itu, klik di pilihan kedua dari menu.

Illustrasi Keyword Research dengan Google Planner Tool – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Paste keyword yang sudah anda copy tadi. Jangan lupa ubah negara dan bahasa.

Illustrasi Keyword Research dengan Google Planner Tool – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Klik tombol “Get search volume”.

Anda akan diperlihatkan volume pencarian per bulan untuk tiap keyword.

Setelah itu, download dalam bentuk Excel CSV atau simpan ke Google Drive kalau anda menggunakan Google Sheets.

Illustrasi Keyword Research dengan Google Planner Tool – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Setelah semua keyword dimasukkan, anda mestinya punya 3 file spreadsheets untuk masing-masing intent.

 

Tool lainnya untuk riset keyword

Sampai di sini sebetulnya tahap pencarian keyword kita sudah selesai, tapi ada beberapa tool yang mungkin perlu anda ketahui untuk mempermudah proses riset.

Tool-tool berikut ini akan mempermudah proses keyword research anda.

 

Illustrasi Penggunaan Semrush untuk kegiatan analisa keyword – Learning Program Class Indonesia Bisa

1. SEMRush – mengintip keyword dari website lain

Tahap pencarian keyword ini sebetulnya tidak susah.

Tapi banyak orang yang buntu tahap 1 (memikirkan keyword turunan). Alasannya, karena tidak tahu keyword apa yang harus digunakan.

Selain itu, banyak juga yang keliru.

Saya sering menerima email dari pembaca yang minta koreksi dan saran terkait daftar keyword yang mereka buat. Banyak yang salah.

Disinilah SEMRush bisa membantu anda.

Dengan menggunakan SEMRush, anda bisa “mengintip” keyword yang bernilai tinggi dari website-website saingan anda.

Saingan anda susah-payah melakukan riset. Kita, tinggal intip.

Caranya sangat mudah:

Masukkan alamat website saingan anda.

Illustrasi Keyword Research dengan Semrush – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Versi Live Semrush

Setelah itu scroll ke bawah sampai bagian ini:

Illustrasi Keyword Research dengan Semrush – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Supaya keywordnya lebih lengkap, klik tombol “View full report”.

Illustrasi Keyword Research dengan Semrush – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Lihat di paling kiri.

Inilah keyword-keyword yang bisa kita gunakan.

Dalam satu kali klik saja kita sudah bisa mendapatkan sekian ribu keyword yang bernilai tinggi.

Masih ada lagi…

Dari halaman sebelumnya, kita bisa melihat website-website saingan kita yang lain:

Illustrasi Keyword Research dengan Semrush – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Data ini sangat bermanfaat.

Kalau alamat website ini kita analisa lagi di SEMRush, maka kita akan mendapatkan semakin banyak keyword yang bernilai tinggi.

Dengan demikian, proses keyword research anda jadi berkali-kali lipat lebih mudah.

 

2. Long Tail Pro – mencari keyword berharga yang tersembunyi

Saya jelaskan dulu secara singkat tentang long tail keyword:

Intinya, long tail keyword itu kata kunci panjang yang tingkat persaingannya jauh lebih rendah daripada short tail keyword. (lebih lengkapnya akan dijelaskan dalam bab 4)

Lalu kenapa?

Untuk website baru, kita tidak bisa langsung masuk ke halaman 1 kalau kita mengincar keyword dengan persaingan yang tinggi. Butuh waktu berbulan-bulan.

Maka dari itu kita butuh long tail keyword.

Dengan mengincar long tail keyword, kita bisa dengan cepat masuk ke halaman 1 meskipun tanpa backlink sama sekali, karena persaingannya rendah.

Setelah banyak yang masuk ke halaman pertama dan mendapatkan banyak pengunjung, maka Google akan menganggap website kita terpercaya.

Selanjutnya, kita bisa mendapatkan rangking untuk keyword yang lebih sulit.

Untuk mencari long tail keyword yang punya volume pencarian tinggi dan persaingan rendah, kita butuh Long Tail Pro ini supaya lebih mudah.

Seperti ini:

Illustrasi Keyword Research dengan Long Tail Platinum – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Kemudian, klik salah satu keyword untuk melihat persaingannya:

Illustrasi Keyword Research dengan Long Tail Platinum – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Ternyata persaingannya kecil, hanya 24 dari 100 (kanan atas).

Hasilnya bisa dilihat di gambar, peringkat 1.

Berkat strategi ini, tidak lama kemudian artikel tersebut mendapatkan peringkat 1 untuk kata kunci yang jauh lebih besar (60 ribu pencarian per bulan):

Illustrasi Keyword Research dengan Long Tail Platinum – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Semuanya dimulai dari sebuah long tail keyword.

 

3. Term Explorer – analisa banyak keyword sekaligus

Fungsi dasarnya mirip dengan Long Tail Pro yaitu mencari keyword dan melakukan analisa persaingan.

Bedanya:

Term Explorer berbasis web, sedangkan Long Tail Pro adalah software desktop. Long Tail Pro dibayar sekali seumur hidup, Term Explorer per bulan.

Karena fiturnya mirip, saya tidak akan menjelaskan ulang.

Ini screenshot daftar keyword yang didapatkan dari Term Explorer:

Illustrasi Keyword Research dengan Term Explorer – Learning Program Class Indonesia Bisa – Courtesy PanduanIM

Karena berbasis web, Term Explorer lebih bagus untuk anda yang koneksi internetnya lambat. Server-nya mereka yang melakukan analisa, bukan komputer anda.

 

4. MozBar atau SEOQuake – untuk yang lebih suka manual

Dua tool ini adalah ekstensi browser untuk Chrome dan Firefox.

Keduanya gratis dan fiturnya hampir sama.

MozBar dan SEOQuake akan menampilkan data-data seperti jumlah backlink, Page Authority, Domain Authority, dan lain-lain ketika kita melakukan pencarian di Google.

Ini bisa digunakan untuk menemukan keyword yang bagus, tapi tidak otomatis, karena anda harus melakukan pencarian satu per satu di Google.

Sebelum kita masuk ke bab selanjutnya tentang analisa persaingan kata kunci, ada baiknya anda install salah satu dari MozBar dan SEOQuake. Lebih bagus lagi kalau menggunakan SEMRush, Long Tail Pro, atau Term Explorer.

 

Tertarik membaca lebih lanjut? kunjungi Materi panduan bisnis online lainnya di halaman “Analisa Persaingan untuk Mengetahui Tingkat Kesulitan Keyword dalam SEO” pada situs PanduanIM.

 

Editor’s Note: Artikel diatas ditulis oleh Sdr. Darmawan dari situs PanduanIM, blog yang membahas seputar strategi pemasaran dan bisnis online. Editorial Benang Merah Komunikasi melakukan penyuntingan kembali dan pembaharuan tanpa mengurangi nilai dan konten yang dimuat dengan metoda kurasi artikel – artikel “Keyword Research – Panduan Melakukan Riset Keyword untuk Menemukan Kata Kunci Terbaik dalam SEO” dan “4 Search Intent yang Harus Anda Pahami untuk Bisa Menentukan Nilai Sebuah Keyword” aslinya dengan tujuan untuk mengelompokan Artikel dan pembahasan mengenai Mempelajari penggunaan kata kunci untuk bisnis online yang dapat digunakan sebagai bentuk pembelajaran terhadap pembacanya, dan mendukung visi dan misi Benang Merah Komunikasi itu sendiri. Benang Merah Komunikasi mempunyai tujuan yaitu “Membantu pebisnis Startup Indonesia, UKM dan Enterpreneur menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Benang Merah Komunikasi diharapkan mampu untuk menjadi mitra para UMKM dan Enterpreneur baru untuk bangkit ke kancah Internasional. Memajukan putra – putri bangsa Indonesia di era globalisasi terbuka ini.”