Kalau anda menaruh form pendaftaran email (optin form) begitu saja di website, konversi pendaftarannya paling-paling hanya 0.5-1%. Artinya dari 1000 pengunjung hanya 5-10 orang yang bergabung. Sangat kecil padahal 1000 pengunjung per hari itu tidak sedikit.

Untungnya ada 1 trik psikologi yang bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan persentase tersebut hingga 1000% atau 10x lipat.

Inilah lead magnet.

 

Apa itu lead magnet?

Lead magnet adalah sesuatu yang kita tawarkan secara gratis kepada para prospek supaya mereka mau memberikan informasi kontaknya. Kontak yang dimaksud bisa berupa email, nomor telepon, dan/atau alamat. Lead magnet juga sering disebut Opt-in Bribe.

FlowChart Anatomy of an Opt-In by Bourn Creative

Sederhananya, seperti barter.

Lalu mengapa lead magnet bisa meningkatkan konversi hingga sedemikian besarnya?

 

Salah satunya adalah “Reciprocity” (timbal balik).

Artinya seseorang akan lebih rela untuk memberikan/melakukan sesuatu kepada kita apabila kita yang terlebih dahulu memberikan/melakukan sesuatu kepada mereka. Itulah kenapa lead magnet sangat efektif.

Karena kita memberikan sesuatu yang berharga duluan kepada mereka, jadi mereka juga punya alasan untuk memberikan informasinya kepada anda.

Sekilas tentang direct marketing dan email marketing. Ada satu pertanyaan lagi yang belum terjawab.

Ngapain sih kita minta kontak mereka? Buat apa sih kita susah payah meminta alamat email mereka?

Padahal tinggal pasang iklan aja kan pembeli juga nanti datang sendiri, lalu beli. Ngapain repot-repot?

Memang tidak salah tapi pasti akan jadi lebih tidak optimal dibandingkan kalau anda melakukan ini.

Lagipula kalau anda sering pengusaha atau marketer, sudah pasti anda ingin mengeluarkan biaya sekecil-kecilnya untuk mendapatkan pendapatan sebesar-besarnya.

 

Untuk itulah ada strategi yang bernama Direct Marketing.

Artinya strategi pemasaran dimana kita bisa menghubungi prospek secara langsung. Bukan dengan memasang spanduk iklan yang diperlihatkan kepada banyak orang sekaligus.

Misalnya dengan SMS, telepon, atau surat.

Dengan memiliki kontaknya, maka pemasaran yang kita lakukan bisa berkelanjutan sampai mereka menjadi kustomer atau sampai mereka memutuskan tidak tertarik.

Jadi ada 2 manfaatnya: Lebih murah dan lebih efektif.

Nah, di era digital seperti sekarang ini, sarana yang digunakan dalam strategi direct marketing semakin beralih ke email karena ternyata lebih murah, fleksibel, dan efektif. Makanya kita sebut dengan email marketing.

Ini beberapa statistik terkait email:

  1. Berdasarkan survei BPS, aktivitas email di Indonesia mencapai 95,75% dari pengguna internet (Antara News)

  2. Email 40x lipat lebih efektif untuk mendapatkan klien baru daripada Facebook dan Twitter (McKinsey & Company)

  3. 81% dari orang yang terbiasa belanja online mengaku bahwa email yang diterima bisa mempengaruhi mereka untuk membeli (eMarketer)

 

QA: Seberapa besar sih bedanya antara menggunakan lead magnet dan tanpa lead magnet?

Sebelum kita lanjut ke bab pertama, ada 1 data lagi yang ingin saya beritahukan kepada anda,

Mungkin anda juga sudah sadar, di beberapa lokasi di blog situs ini terdapat form-form pendaftaran email.

Secara umum ada 3 versi:

Yang pertama, optin form biasa:

Yang kedua Popup, tanpa lead magnet:

Ketiga, ini popup yang menggunakan lead magnet:

 

16 Jenis Lead Magnet yang Paling Umum Digunakan

Saya sering mendapat pertanyaan, “Gimana sih cara bikin lead magnet?”. Pertanyaan ini tidak bisa dijawab karena ada beberapa tahapan yang harus dilakukan.

Tahap pertama yaitu menentukan jenisnya.

Ada banyak jenis lead magnet, bahkan mungkin kalau semuanya disebutkan satu per satu, ada puluhan sampai ratusan jenis.

Yang jelas, semua lead magnet punya 1 kesamaan:

Diberikan secara GRATIS.

Karena gratis, maka sebaiknya lead magnet sifatnya tidak terlalu besar apalagi susah dibuat. Tetapi tetap harus bermanfaat bagi orang lain. Disinilah letak kesulitannya. Kita harus memberikan sesuatu yang bermanfaat tinggi bagi orang lain, tapi tetap harus gratis.

 

1. Ebook

Ebook merupakan lead magnet yang paling sering digunakan karena tidak terlalu sulit dibuat dan bisa menampung banyak konten.

Tapi ada sisi negatif dari ebook:

Pertama, karena sudah sangat umum maka orang-orang bisa menganggap ebook anda tidak bernilai sehingga mereka tidak mau mendaftarkan emailnya.

Oleh karena itu, kalau anda memilih ebook, maka ebook tersebut harus memenuhi syarat berikut:

Topiknya benar-benar bermanfaat. Dikemas dalam desain yang indah. Pembuatan ebook bisa memakan waktu 2-8 jam, tergantung seberapa tebal isinya.

 

2. Artikel yang dijadikan PDF

Sesuai namanya, lead magnet yang ini hanya berupa artikel yang dikemas dalam bentuk PDF. Lebih sederhana daripada ebook.

Contoh kerjanya seperti ini:

Misalnya anda punya suatu artikel atau beberapa artikel dalam satu seri yang sangat panjang. Lebih dari 3000 kata.

Karena panjang, pengunjung tidak sempat baca sekaligus. Tapi karena isinya bermanfaat, sebagian dari pengunjung ingin menyimpan halaman tersebut supaya bisa dibaca secara offline atau dicetak.

Disinilah kita sediakan file PDF-nya. Pembuatan lead magnet jenis ini memakan waktu kurang dari 10 menit, asalkan anda sudah punya artikelnya.

Ini contoh lead magnet dalam bentuk PDF dari salah satu artikel di Moz yang terdiri dari 10 bab:

 

3. Kupon diskon

Kalau anda berjualan produk, lead magnet yang satu ini bisa jadi pilihan yang paling bagus.

Karena mudah. Banyak platform toko online yang sudah menyediakan fitur ini langsung. Jadi anda tinggal menulis nama kuponnya, selesai.

Selain itu, dengan menyediakan kupon berarti penjualan anda juga akan langsung meningkat.

Berikut contoh kupon diskon yang diberikan oleh MatahariMall:

 

4. Free trial

Lead magnet ini paling sering digunakan oleh orang-orang yang berjualan software. Sama seperti kupon diskon, free trial juga akan langsung meningkatkan penjualan.

Ada 3 jenis free trial:

  1. Masa percobaan gratis selama durasi tertentu

  2. Versi demo yang fiturnya terbatas

  3. Produk freemium yang punya versi gratis dan versi berbayar

Mana yang lebih bagus? Tergantung dari produknya sendiri.

 

5. Daftar “sesuatu” yang anda gunakan

Karena saya bingung membuat judul yang pas, akan saya jelaskan contohnya langsung:

Misalnya si Budi seorang bodybuilder atau binaragawan. Dia punya blog yang berisi panduan dan tips seputar fitness, bodybuilding, dan sebagainya.

Lalu dia membuat lead magnet isinya daftar alat-alat training yang digunakan, daftar suplemen, pakaian dan kelengkapan training favoritnya, jadwal latihan yang dia ikuti, dll.

Itu yang saya maksud dengan “sesuatu” yang dia gunakan.

Kenapa lead magnet jenis ini bisa efektif?

Dalam kasus Budi dan pembacanya, hal-hal seperti suplemen, pola training, dan pola makan ini ada banyak sekali pilihannya di pasaran.

Orang-orang biasanya butuh rekomendasi yang terbaik.

Dengan menyediakan daftar ini, pengunjung blognya bisa dengan mudah mengetahui mana yang terbaik dan sudah dibuktikan sendiri oleh Budi.

 

6. Seri panduan via email

Cara kerjanya seperti ini:

Pilih 1 topik panduan yang bermanfaat dan sesuai untuk target pembaca anda. Kemudian buat kontennya.

Pisahkan menjadi 3-7 bab (atau lebih).

Setelah itu, gunakan email service provider seperti MailChimp untuk mengirimkan kontennya secara otomatis kepada mereka yang mendaftar selama beberapa hari ke depan.

Ada manfaat lain dari jenis lead magnet jenis ini:

Dengan memberikan seri panduan via email, maka kita membiasakan mereka agar selalu membuka email. Karena mereka tahu ada sesuatu yang bermanfaat di dalamnya.

Sehingga persentase orang yang membuka email anda jadi lebih banyak.

 

7. Seri panduan dalam bentuk video

Cara kerjanya sama seperti seri panduan email, hanya bentuknya yang berbeda. Kita menggunakan video.

Dibandingkan artikel, PDF, dan ebook, video punya nilai yang lebih tinggi sehingga akan lebih banyak pendaftar. Tapi tentunya proses pembuatan video lebih sulit.

 

8. Konten eksklusif untuk anggota

Sebetulnya intinya sama dengan yang sudah dijelaskan di atas, kita memberikan konten untuk para pendaftar. Bedanya, di sini kita memberikan banyak konten.

Lead magnet jenis ini digunakan oleh Copyblogger. Mereka menyediakan fitur keanggotaan gratis. Orang-orang yang mendaftar akan mendapatkan akses ke dalam halaman yang berisi banyak konten gratis.

 

9. Swipe file

Dalam dunia marketing, swipe file artinya suatu koleksi berisi berbagai template yang digunakan oleh orang lain dan terbukti hasilnya bagus.

Swipe file ini bisa digunakan sebagai sumber inspirasi.

Misalnya kalau saya melihat ada gambar iklan di Facebook (milik orang lain) yang bagus. Gambar ini saya simpan supaya nanti bisa digunakan sebagai inspirasi ketika ingin membuat iklan Facebook.

Tapi swipe file ini tidak hanya untuk orang-orang yang aktif di bidang marketing.

Ini kasus lainnya:

Misalnya kalau anda punya blog berisi panduan presentasi atau kalau anda menjual kursus presentasi.

Maka anda bisa memberikan swipe file yang berisi contoh-contoh presentasi yang bagus sebagai lead magnet.

 

10. Checklist atau cheat-sheet

Contoh lagi:

Misalkan anda ingin membuat lead magnet tentang wawancara kerja.

Biasanya sebelum wawancara kerja, ada persiapan yang perlu dilakukan. Ya kan? Seperti menyiapkan pakaian, berkas-berkas, dan latihan menjawab pertanyaan.

Itulah isi dari checklist yang anda buat.

Checklist ini berupa 1-2 lembar (bisa dalam format PDF) yang isinya berbagai hal atau langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh pembaca.

Checklist tersebut akan di-print oleh pembaca untuk mereka pegang agar tidak ada persiapan yang kelewatan.

 

11. Spreadsheet

Spreadsheet (file dari Microsoft Excel atau Google Sheets) itu bisa digunakan untuk berbagai hal.

Bisa untuk sekedar menyimpan informasi dalam bentuk tabel, atau bisa juga sebagai alat bantu untuk menghitung dan mengolah data.

Contoh penggunaannya:

Misalnya anda membuat suatu file Excel yang bisa menghitung berapa jumlah penghasilan per bulan minimum yang dibutuhkan oleh sebuah keluarga kebutuhan-kebutuhan tertentu.

 

12. Template

Template di sini bisa dalam berbagai hal.

Contohnya template desain sampul ebook, template desain halaman Microsoft Word, template presentasi di PowerPoint, atau template blog WordPress.

Bisa juga template surat lamaran kerja, business plan, dan sebagainya.

Intinya, kita memberikan sesuatu yang bisa digunakan kembali.

 

13. Kontes berhadiah

Ini lead magnet yang bisa menghasilkan banyak pendaftar email dalam sekejap.

Cara kerjanya seperti ini:

Kita menyediakan kontes berhadiah untuk satu orang pemenang (atau lebih). Orang yang ingin ikut harus mendaftarkan emailnya.

Pemenangnya akan dipilih secara acak. Tetapi peserta yang berhasil mengajak paling banyak orang lain untuk bergabung akan mendapatkan kemungkinan lebih tinggi untuk menang. Membuat kontes seperti ini tidak sulit.

Anda hanya butuh WordPress dan plugin bernama KingSumo. Plugin ini yang akan secara otomatis mengurus sistemnya.

 

14. Webinar atau rekaman webinar

Untuk yang belum pernah dengar, webinar itu web seminar atau seminar online.

Jadi intinya anda mengadakan seminar secara live terhadap suatu topik. Orang-orang yang ingin ikut akan mendaftarkan emailnya.

Setelah weminarnya selesai, anda masih bisa menggunakan rekamannya sebagai lead magnet.

 

15. Komunitas eksklusif

Bergabung di dalam komunitas dan berdiskusi bersama orang lain dengan tujuan yang sama bisa jadi sesuatu yang berharga.

Contohnya komunitas orang-orang yang ingin memulai bisnis, di dalamnya para anggota biasa saling berdiskusi apabila mereka menemui kesulitan.

Membuat komunitas tidak susah, Facebook Group saja biasanya sudah cukup.

Tapi anda harus terus mengelola grup ini supaya tetap aktif dan isinya berkualitas.

 

16. Software, aplikasi, atau tool gratis

Yang namanya software, pasti membuatnya juga tidak mudah.

Tapi justru karena sulit dibuat maka konversinya akan jadi sangat besar dibandingkan file PDF yang umum.

Salah satu yang paling mudah dibuat yaitu aplikasi kuis.

Misalnya kuis kepribadian. Pengunjung akan menjawab berbagai pertanyaan untuk mengetahui kepribadian mereka. Kemudian jawabannya dikirimkan lewat email.

 

Cara Menentukan Topik untuk Lead Magnet Supaya Tepat Sasaran dan Banyak yang Berminat

Ada 1 kelemahan dari lead magnet:

Orang-orang yang mendaftar bisa jadi adalah orang yang sama sekali tidak ingin membeli produk/layanan anda.

Karena kita memberikan gratisan. Padahal tujuan kita melakukan email marketing atau direct marketing adalah untuk meyakinkan orang-orang yang punya keinginan untuk membeli (tapi belum yakin).

Kalau dari awal mereka sudah yakin memang tidak butuh, percuma.

Artinya anda akan buang-buang waktu. Misalnya kalau anda menjual jasa konsultasi manajemen bisnis. Maka list anda sebaiknya terdiri dari pengusaha yang punya masalah manajemen.

Jangan sampai lead magnetnya justru malah mengundang orang yang bahkan tidak punya bisnis.

Itulah pentingnya pemilihan topik. Dalam bab ini kita akan belajar bagaimana memilih topik untuk lead magnet yang tepat sasaran.

 

Memahami tahapan dalam buyer’s journey

Sebelum mulai, ini satu hal yang wajib anda ketahui.

Kalau anda sudah paham tentang buyer’s journey, silahkan lewatkan ke bagian berikutnya. Begini, Jaman sekarang, orang-orang tidak akan langsung beli sesuatu. Kecuali kalau harganya murah atau memang kebutuhan sehari-hari.

Ada tahapan yang dilalui. Buyer’s journey.

Misalnya Budi ingin beli AC untuk di kamarnya…kira-kira seperti ini tahapannya sebelum membeli:

  1. Budi sadar dia punya masalah, suhu kamarnya panas

  2. Budi mencari tahu apa solusi untuk kamar yang panas

  3. Budi tahu bahwa solusi terbaik adalah membeli AC

  4. Ternyata ada banyak jenis dan merek AC, Budi mencari tahu jenis mana yang tepat untuk kamarnya dan merek mana yang terbaik

  5. Akhirnya Budi membeli memutuskan membeli AC merek Sharp dengan kapasitas 1 PK

Kelima tahap ini kita golongkan menjadi 3:

  1. Awareness (nomor 1-3)

  2. Consideration (nomor 3-4)

  3. Decision (nomor 4-5)

Idealnya, anda sebaiknya punya 1 lead magnet untuk setiap tahapan dari 1-4.

 

Untuk anda yang sudah punya website, konten, dan pengunjung.

Kita bahas dulu kalau anda saat ini sudah punya pengunjung website. Kalau belum, silahkan lewati langkah ini.

Pertama, buka Google Analytics anda.

Kalau anda belum pernah memasang Google Analytics, silahkan pasang dulu lalu tunggu 1-2 hari supaya berisi data.

Selanjutnya pilih Behavior > Site Content > All Pages.

Ini adalah halaman-halaman di website anda yang paling sering dikunjungi, catat 10 halaman teratas.

Selanjutnya, nilai sendiri halaman tersebut dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Apakah isinya berhubungan erat dengan yang anda jual?

  • Lihat buyer’s journey di atas. Termasuk yang mana halaman tersebut?

  • Apa yang ingin pengunjung ketahui dari halaman tersebut?

Setelah itu, pilih salah satu jenis lead magnet yang paling pas untuk halaman tersebut. Lihat bab sebelumnya.

Contoh kasus:

Kalau misalnya website anda menjual AC seperti pada kasus Budi di atas. Ternyata halaman teratas anda berisi penjelasan terhadap suatu merek dan tipe AC.

Ini artinya pengunjung yang datang di konten tersebut sedang mempertimbangkan untuk membeli merek tersebut.

Tugas anda adalah mendorong mereka untuk membeli.

Jadi, anda bisa membuat lead magnet yang berisi informasi tentang tipe AC tersebut serta perbandingannya dengan tipe lain.

Atau bisa juga berupa harga diskon khusus.

Seperti itu kira-kira.

Contoh lain:

Masih kita gunakan kasus tadi. Halaman teratas anda berisi artikel penjelasan cara menghitung kebutuhan kapasitas AC.

Ini berarti mereka belum siap membeli.

Kalau anda langsung menawarkan diskon kepada mereka, tidak akan efektif…karena mereka belum siap.

Sebaliknya, di sini anda bisa memberikan lead magnet berupa panduan yang lebih mendetail untuk memilih AC yang pas buat mereka.

Atau bisa juga berupa konsultasi gratis.

Jelas bedanya kan?

Itulah cara mencari topik lead magnet untuk anda yang sudah punya pengunjung.

 

Untuk anda yang belum punya website, konten, pengunjung.

Kalau anda belum punya website, maka anda tidak akan bisa menganalisa data dari Google Analytics seperti yang kita lakukan tadi.

Solusinya ada 2:

Dipikirkan sendiri, kira-kira apa yang pas
Cari ide dari website lain
Kita akan bahas yang kedua, karena yang pertama sudah jelas.

Langkah 1: Cari website lain dalam topik yang sama dengan anda

Lakukan pencarian di Google.

Misalnya kalau anda punya bisnis travel, cari website lain tentang travelling. Termasuk blog, situs jualan tiket, situs paket travel, dll.

Lebih bagus lagi kalau anda bisa mencari dalam Bahasa Inggris. Karena situs luar negeri biasanya lebih banyak dan lebih bagus daripada Indonesia.

Langkah 2: Cari penawaran yang ada di website tersebut

Biasanya website besar selalu punya suatu penawaran tertentu untuk para pengunjungnya. Entah itu gratisan atau berbayar.

Tidak harus selalu dalam bentuk lead magnet.

Misalnya kalau website tersebut menjual buku, topik dari buku tersebut juga bisa kita jadikan inspirasi untuk lead magnet.

Langkah 3: Cari artikel terpopuler di website tersebut

Kalau cara di atas belum cukup, masih ada 1 cara lagi.

Dengan mencari artikel terpopuler dari website yang anda temukan.

Dari sini saja kita sudah bisa mendapatkan 3 ide untuk lead magnet, ini contoh yang saya buat berdasarkan hasil di atas:

  • 10 hal yang wajar di Indonesia tapi tidak boleh dilakukan ketika anda jalan-jalan ke luar negeri

  • 10 tips berwisata keliling Indonesia untuk pemula

  • 15 hal yang sebaiknya anda persiapkan kalau ingin travelling lebih dari 3 hari

Itulah cara memilih topik yang terbukti efektif untuk lead magnet.

Selanjutnya, kita akan bahas bagaimana proses pembuatan lead magnet dalam bentuk ebook.

 

Tertarik membaca lebih lanjut? kunjungi bab selanjutnya mengenai “Lead Magnet; Membuat ebook PDF” pada situs PanduanIM.

 

Editor’s Note: Artikel diatas ditulis oleh Sdr. Darmawan dari situs PanduanIM, blog yang membahas seputar strategi pemasaran dan bisnis online. Editorial Benang Merah Komunikasi melakukan penyuntingan kembali dan pembaharuan tanpa mengurangi nilai dan konten yang dimuat dengan metoda kurasi artikel “Membuat Lead magnet”, “16 Jenis Lead Magnet”, “Membuat Topik Lead Magnet” aslinya dengan tujuan untuk mengelompokan Artikel dan pembahasan mengenai Lead Magent yang dapat digunakan sebagai bentuk pembelajaran terhadap pembacanya, dan mendukung visi dan misi Benang Merah Komunikasi itu sendiri. Benang Merah Komunikasi mempunyai tujuan yaitu “Membantu pebisnis Startup Indonesia, UKM dan Enterpreneur menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Benang Merah Komunikasi diharapkan mampu untuk menjadi mitra para UMKM dan Enterpreneur baru untuk bangkit ke kancah Internasional. Memajukan putra – putri bangsa Indonesia di era globalisasi terbuka ini.”