was successfully added to your cart.

PERINGATAN KONFERENSI ASIA AFRIKA 2015

Konferensi Asia Afrika 1955

Konferensi Asia Afrika tahun 1955 menjadi tonggak penting dalam sejarah bangsa-bangsa Asia dan Afrika. Para delegasi yang berasal dari 29 negara peserta konferensi berkumpul di Bandung, Indonesia untuk membahas perdamaian, keamanan, dan pembangunan ekonomi di tengah-tengah berbagai masalah yang muncul di berbagai belahan dunia.

AACC2015-Soekarno-Quotes

Sebagian besar permasalahan tersebut disebabkan oleh dua blok yang memiliki kepentingan yang berbeda dan bertentangan ideologi. Kedua blok tersebut adalah Blok Barat dan Blok Timur. Masing-masing blok berusaha memperoleh dukungan dari negara-negara di Asia dan Afrika, yang dikenal dengan istilah “Perang Dingin“. Situasi dunia, khususnya di benua Asia dan Afrika juga dipengaruhi oleh berbagai bentuk kolonialisme. Selain itu, beberapa negara Asia dan Afrika mengalami konflik yang muncul sebagai akibat dari kolonialisme dan politik divide et impera. Pada saat itu, PBB tidak mampu menangani permasalahan tersebut.

Hal-hal inilah yang menjadi alasan utama bagi pemerintah Burma (Myanmar), India, Indonesia, Pakistan, dan Sailan (Sri Lanka) untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA). Kelima negara ini mengajak negara-negara lain di Asia, Afrika, dan Timur Tengah untuk menciptakan etos baru hubungan antara bangsa-bangsa, yang disebut “Bandung Spirit”. Para pemimpin di KAA juga mendeklarasikan “Dasasila Bandung” yang mencerminkan komitmen bangsa-bangsa untuk mempraktekkan toleransi dan kedamaian hidup satu sama lain sebagai tetangga yang baik.

 

Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika 2005

Lima puluh tahun setelah konferensi, Indonesia berhasil menjadi tuan rumah Peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika. Bandung Spirit kembali dihidupkan dan berbagai rencana disusun untuk menjalin kerja sama antara dua benua. Seluruh peserta yang berkumpul pada tanggal 22—24 April 2005 di Jakarta dan Bandung meyakini bahwa Bandung Spirit senantiasa menjadi dasar yang kokoh untuk memelihara hubungan yang lebih baik di antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika serta untuk menyelesaikan isu-isu global. Peringatan KAA tersebut mengarah pada penciptaan Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP).

 





AACC2015-Infographic

Secara resmi ditandatangani oleh Indonesia dan Afrika Selatan—sebagai tuan rumah bersama KTT—Deklarasi NAASP berfungsi sebagai cetak biru bagi kolaborasi kedua benua dalam memerangi kemiskinan dan keterbelakangan yang dianggap sebagai masalah utama di Asia dan Afrika. Kesepakatan ini ditujukan untuk memperkuat multilateralisme, mencapai pertumbuhan ekonomi, meningkatkan perdamaian dan keamanan global, dan mengupayakan jalur pertumbuhan berkelanjutan antara kedua kawasan. Selain itu, para pemimpin yang hadir juga mengesahkan dokumen capaian mengenai pengentasan kemiskinan, terorisme, senjata pemusnah massal, dan pengembangan sistem peringatan dini tsunami.

 

Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika dan Peringatan ke-10 Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika

Dalam Peringatan ke-60 Konferensi Asia Afrika dan Peringatan ke-10 Kemitraan Strategis Baru Asia Afrika (NAASP), Pemerintah Republik Indonesia akan menjadi tuan rumah serangkaian acara tingkat tinggi dengan tema “Penguatan Kerja sama Selatan-Selatan dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan dan Perdamaian Dunia” di Jakarta dan Bandung pada 19—24 April 2015. Sebanyak 109 negara Asia dan Afrika, 16 negara pengamat dan 25 organisasi internasional diundang untuk berpartisipasi dalam acara penting ini.

Forum ini bertujuan untuk menjembatani negara-negara Asia dan Afrika dalam mengejar kemitraan yang lebih kuat dan sarana berbagi pengalaman dalam meningkatkan pembangunan ekonomi kedua kawasan. Forum ini juga menjadi kesempatan untuk membahas solusi dan cara mengatasi tantangan bersama melalui penguatan kerja sama Selatan-Selatan.

Rangkaian pertemuan ini akan diawali dengan pertemuan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting) pada tanggal 19 April 2015, diikuti oleh pertemuan tingkat menteri (Ministerial Meeting) pada 20 April dan pertemuan tingkat kepala negara (Leaders Meeting) pada 22—23 April 2015. Selain itu, Asia-Africa Business Summit akan diselenggarakan pada 21—22 April di Jakarta sebagai acara pendamping. Peringatan KAA yang ke-60 akan diselenggarakan di Bandung pada tanggal 24 April 2015.

Konferensi Asia Afrika 2015 bertujuan untuk menyimpulkan tiga dokumen keluaran yaitu Bandung Message, dokumen tentang penghidupan kembali NAASP, dan deklarasi mengenai dukungan negara-negara Asia-Afrika untuk Palestina.

AACC2015-Volunteer

ASIAN-AFRICAN SENIOR OFFICIALS MEETING AGENDA

08:00 – 18:00 Registration of Delegates Venue: Istora Senayan 

08:00 – 08:45 Arrival of Senior Officials at the Venue Holding Room: Assembly Hall 2, JCC

09:00 – 09:10 Photo Session Venue: Main Lobby, JCC

09:15 – 09:30 Opening Session Venue: Plenary Hall, JCC Welcoming Remarks by the SOM Chair

09:35 – 09:55 Coffee Break Venue: Assembly Hall 2, JCC 

10:00 – 12:30 Plenary Session I Venue: Plenary Hall, JCC

12:30 – 13:30 Lunch Venue: Assembly Hall 3, JCC

13:30 – 15:30 Plenary Session II Venue: Plenary Hall, JCC

15:30 – 16:00 Coffee Break Venue: Assembly Hall 2, JCC 

16:00 – 18:00 Plenary Session III and Closing Venue: Plenary Hall, JCC 

 

OPENING CEREMONY OF THE SOUTH SOUTH AND TRIANGULAR COOPERATION

Opening Ceremony of the South South and Triangular Cooperation

By the Minister for Foreign Affairs of the Republic of Indonesia

H.E. Retno L.P. Marsudi

The Organizing Committee of the Asian African Conference would like to inform you on the media opportunity/events. During the Senior Officials Meetings of the Asian African Conference, Sunday 19 April 2015, with the following details:

Opening Ceremony of the South South and Triangular Cooperation by the Minister for Foreign Affairs of the Republic of Indonesia H.E. Retno L.P. Marsudi at 09:00-10:00 (Jakarta time)

ASIAN-AFRICAN MINISTERIAL MEETING

08:00 – 18:00 Registration of Delegates Venue: Istora Senayan 

08:00 – 08:45 Arrival of Senior Officials at the Venue Holding Room: Assembly Hall 2, JCC

09:00 – 09:10 Photo Session Venue: Main Lobby, JCC

09:15 – 09:30 Opening Session Venue: Plenary Hall, JCC Welcoming Remarks by the SOM Chair

09:35 – 09:55 Coffee Break Venue: Assembly Hall 2, JCC 

10:00 – 12:30 Plenary Session I Venue: Plenary Hall, JCC

12:30 – 13:30 Lunch Venue: Assembly Hall 3, JCC

13:30 – 15:30 Plenary Session II Venue: Plenary Hall, JCC

15:30 – 16:00 Coffee Break Venue: Assembly Hall 2, JCC 

16:00 – 18:00 Plenary Session III and Closing Venue: Plenary Hall, JCC

 

SIDE EVENT: ASIAN AFRICAN CARNIVAL

A City Festivity in Celebrating 60 Years of Asian African Conference

Benang Merah Komunikasi membahas mengenai Agenda Asia African Carnival disini.

 

PRE EVENT

29 March 2015 Maha Culture Festival Road to Asian African Carnival
19 April 2015 Asian African Solidarity Walk Event
21 April 2015 Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela
22-23 April 2015 Asian African Meet & Greet
22-27 April 2015 Bandung 1955 Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference
25 April 2015 Asian African Parade (Asia Afrika Boulevard)
25 April 2015 Angklung for the world 20.000 Angklung Performers
26 April 2015 Festival of Nations: Asian and African Cultural Performances

 

SIDE EVENT: MARITIME POLICIES EXPERIENCES AND CHALLENGES IN IMPLEMENTING SDG

Merak Room, Jakarta Convention Center

09.45 – 10.25 Registration

10.30 – 10.45 Keynote Speech by HE. Dr. Indroyono Soesilo, Coordinating Minister for Maritime Affairs of the Republic of Indonesia

10.45 – 11.30 Panel Discussion, speakers from Fiji, Maldives and South Africa, (tbc)

11.30 – 13.00 General remarks/exchange of views

13.00  – 14.30 Luncheon hosted by HE. Dr. Indroyono Soesilo, Coordinating Minister for Maritime Affairs of the Republic of Indonesia

14.30 – 15.00 Media gathering

09.45 – 10.25 Registration

10.30 – 10.45 Keynote Speech by HE. Dr. Indroyono Soesilo, Coordinating Minister for  Maritime Affairs of the Republic of Indonesia

10.45 – 11.30 Panel Discussion, speakers from Fiji, Maldives and South Africa, (tbc)

11.30 – 13.00 General remarks/exchange of views

13.00  – 14.30 Luncheon hosted by HE. Dr. Indroyono Soesilo, Coordinating Minister for Maritime Affairs of the Republic of Indonesia

14.30 – 15.00 Media gathering

Agenda is subject to change without prior notice

AACC2015-Logo-Guideline

Sumber Situs Resmi Asian African Conference Commemoration 2015

(Franciscus Zheng, Founder dari Benang Merah Komunikasi merupakan Relawan Asian African Carnival 2015 dengan No. Registrasi : 1504055520d8516cef2, berhak untuk melakukan penyebaran informasi event melalui internet / media siber. Artikel dan Material pendukung diatas merupakan saduran dari tulisan aslinya dari situs resminya, disunting secara tatabahasa dan editorial oleh Editorial Benang Merah Komunikasi.)

Franciscus Zheng

Author Franciscus Zheng

Founder, CEO, and act a lead Creative Director of Benang Merah Komunikasi itself. A Producer and also an artist. A friend and a creative entrepreneur, when in his very young age has spurred enthusiasm to grow become an originator of fresh ideas. Board of director of this company was a melancholic person.

More posts by Franciscus Zheng

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia