was successfully added to your cart.

Jokowi ke Silicon Valley; Agenda Memajukan Startup Indonesia

Salah sesuatu agendanya adalah memperlihatkan kesiapan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Pasifik, sekaligus sejumlah startup Indonesia (dalam negeri) yang berpotensi menjadi unicorn company. Tercatat ada empat startup yg mulai dipamerkan Jokowi di Silicon Valley. Untuk pertama kalinya, Presiden Jokowi akan berkunjung ke Amerika Serikat. Selama empat hari, dari tanggal 25 hingga 29 Oktober, dia akan menyambangi Washington D.C. dan San Fransisco.

Kita ingin memperlihatkan di Indonesia ada apa. Jadi aku ajak nih yg namanya Nadiem GoJek, Wiliam Tokopedia, Andrew Kaskus, Ferry Traveloka. Ini lho yg mulai jadi unicorn,” terang Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika. Istilah unicorn company sendiri merujuk pada startup yg nilai valuasinya mencapai lebih dari 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13 triliun.

Agenda tersebut, menurutnya, bertujuan buat memamerkan bahwa Indonesia memiliki startup yg berpotensi besar, bukan bagi meminta mereka berinvestasi. Para pelaku bisnis itu pun mampu saling bicara di sana, sementara pemerintah juga menjelaskan soal keadaan di Indonesia.

Jadi bukan cuma pemerintah, kan ini seluruh business to business juga. Lalu kami terangkan bahwa Indonesia adalah the largest digital economy, kalian begini, kami siapkan roadmap e-commerce telah sampai sini,” terang Chief RA, sapaan akrabnya.

Untuk mencapai the largest digital economy, kalian antara yang lain mengeluarkan roadmap e-commerce yg menghitung logistik, pendanaan, perpajakan dan sebagainya. Kemudian apa yg kalian dapat manfaatkan dari Silicon Valley. Nanti mereka juga mulai liat dan bertanya Indonesia telah nyiapin apa dan cara masuknya gimana,” imbuhnya.

SI-Indonesian-President-Goes-To-Silicon-Valley-For-Startup-Gathering

Photo Courtesy Warta Kota

Kunjungan kenegaraan Jokowi ke AS tersebut dibagi menjadi dua. Rudiantara menjelaskan bahwa dirinya mulai menangani kunjungan di pesisir selatan AS, yg terkait dengan perusahaan-perusahaan teknologi (Memajukan penggagas startup Indonesia – red). Sedangkan kunjungan di pesisir timur AS ditangani oleh Kementerian Luar Negeri.

 

Jadwal dan Agenda Jokowi selama di Amerika

Presiden direncanakan akan mendarat pada pagi hari Minggu, 25 Oktober, di Washington DC. Dia akan tinggal di Blair House, tempat menginap resmi yang disediakan oleh pemerintah Amerika kepada kepala negara yang melakukan kunjungan resmi. Jam empat sore, Presiden akan menemui masyarakat Indonesia yang tinggal di DC.

SI-Indonesian-President-Jokowi-Sleep-At-Blair-House-States

A view of Blair House, which is situated across the street from the White House. Photo Courtesy Library of Congress Prints and Photographs Division Washington, D.C. 20540 USA

Acara resmi akan mulai keesokan harinya. Jam 9 pagi, Presiden Jokowi akan sarapan bersama para eksekutif dari Freeport McMoran di Wilard Hotel. Sejam kemudian, Presiden Jokowi akan bertemu dengan Presiden Obama di Gedung Putih. Obama akan menerimanya di Oval Office, ruang kerja kepresidenan. Pertemuan ini dilanjutkan dengan melakukan konferensi pers bersama. Pertemuan ini tergolong sangat singkat, hanya 1 jam 20 menit (10-11.20). Presiden Jokowi akan diterima sesuai tatacara protokoler Amerika. Ketika datang, dia akan disambut Presiden Obama dan ibu negara. Kemudian dia harus mengikuti semua upacara protokoler seperti memeriksa barisan kehormatan yang diiringi dentuman meriam 21 kali, mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara, dan sedikit pidato basa-basi antara kedua pemimpin negara. Selanjutnya, kedua presiden akan melakukan pembicaraan. Setelah berbicara, mereka akan melakukan konferensi pers bersama.

Protokoler Amerika biasanya juga menyertakan acara makan siang bersama antara kedua presiden. Tampaknya ini tidak akan dilakukan oleh delegasi Presiden Jokowi. Malam harinya, biasanya kepala negara yang berkunjung akan menikmati ‘glamour’ penyambutan dengan makan malam kenegaraan (state dinner). Ini juga rupanya tidak akan dilakukan oleh Presiden Jokowi. Ada kabar bahwa pihak Obama sesungguhnya menawarkan apakah Presiden Jokowi berkenan untuk mengadakan jamuan makan malam. Namun, tawaran ini tidak disanggupi mengingat terbatasnya waktu.

Sebagai gantinya, Presiden Jokowi akan mengadakan jamuan makan siang di Kementrian Luar Negeri (Department of State) Amerika Serikat (pukul 12.30-14.00). Menlu John Kerry akan menjadi tuan rumah jamuan makan itu. Tidak diketahui alasan mengapa jamuan makan siang tidak diadakan di Gedung Putih bersama Presiden Obama.

Setelah jamuan makan siang, Presiden Jokowi akan mengadakan pertemuan dengan orang per orang (one to one meeting) hingga pukul 17.00. Tidak diketahui siapa saja yang akan bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun, biasanya, pertemuan seperti ini menjadi ajang melakukan lobby kepada Presiden.

Pukul 17.00, Presiden Jokowi akan berbicara di depan para pengusaha Amerika yang tergabung didalam US Chamber of Commerce. Ini adalah semacam Kadin di Amerika. Sebagaimana halnya kamar-kamar dagang di negara lain, US Chamber of Commerce adalah sebuah lembaga yang memiliki kekuatan politik yang signifikan. Pada pukul 19.00, Presiden Jokowi dijadwalkan akan menghadiri jamuan makan malam. Yang menjadi tuan rumah adalah US Chamber of Commerce. Makan malam ini juga akan dihadiri oleh Menteri Perdagangan AS. Itulah acara terakhir Presiden Indonesia hari itu,

Keesokan harinya (Selasa, 27 Oktober), Presiden Jokowi kembali akan bertemu dengan para pengusaha. Pertemuan pukul 8 pagi, akan diawali dengan sarapan bersama. Kali ini yang mendapat giliran adalah para ‘fund-manager’ atau orang-orang yang bergerak dalam bidang investasi dan jasa keuangan. Mereka inilah yang mengelola dana-dana yang akan diinvestasikan ke dalam bidang-bidang usaha yang dianggap paling menguntungkan. Tidak salah kalau dikatakan bahwa ‘funda manager’ adalah jantung dari kapitalisme kontemporer.

Sejam kemudian, Presiden Jokowi akan bertemu dengan para pimpinan Congress (DPR dan Senat) Amerika Serikat. Dia akan diterima John Boehner, Ketua DPR yang akan mundur dari jabatannya akhir bulan ini, dan Ketua Senat Mitch McConnell. Pertemuan ini akan berlangsung satu jam saja (9.00-10.00). Acara dilanjutkan dengan pidato tentang kebijakan (policy speech) di sebuah think tank, yang hingga tulisan ini dibikin belum ditentukan. Ada dua lembaga yang kemungkinan akan menjadi tempat pidato ini, yakni The Brookings Institution atau Carnegie Endowment for International Peace. The Brookings Institution adalah think tank tertua di dunia. Lembaga ini melakukan banyak melakukan riset kebijakan dengan fokus utama ekonomi, pembangunan, hubungan internasional, tata-pemerintahan (governance) serta ekonomi global. Sementara Carnegie Endowment for International Peace adalah think tank yang mengkaji kerjasama internasional dan memberi masukan soal kebijakan luar negeri kepada pemerintah Amerika.

SI-Indonesian-President-Jokowi-Meet-President-Barack-Obama-White-House

President Barack Obama walks from the White House to Blair House in Washington, D.C. to attend a working meeting with business leaders, Dec. 15, 2010. (Official White House Photo by Pete Souza) This official White House photograph is being made available only for publication by news organizations and/or for personal use printing by the subject(s) of the photograph. The photograph may not be manipulated in any way and may not be used in commercial or political materials, advertisements, emails, products, promotions that in any way suggests approval or endorsement of the President, the First Family, or the White House.

Pilihan ke Carnagie mungkin akan lebih menarik untuk dicermati. Itu karena pada tahun 2010, keluarga Bakrie dari Indonesia memberikan dukungan kepada Carnagie lewat Bakrie Foundation. Sokongan dana dari Bakrie Foundation ini dipergunakan oleh Carnagie untuk mendukung sebuah posisi yang dinamakan “the Bakrie Chair for Southeast Asian Studies.” Posisi itu sekarang diduduki oleh Vikram Nehru, mantan manajer di World Bank, yang juga ahli mengenai isu-isu pemberantasan kemiskinan.

Setelah memberikan pidato soal kebijakan, Presiden Jokowi kembali akan bertemu dengan para manajer modal ventura (fund managers). Selama satu jam (14.00-15.00) dia akan mengadakan konferensi dengan para manajer keuangan ini.

Praktis inilah yang akan mengakhiri kunjungan Jokowi di Washington DC. Sebelum meninggalkan Washington menuju ke San Fransisco pada jam 18.00, Presiden Jokowi akan melakukan ‘blusukan’ di Washington. Untuk acara ini, Presiden sendirilah yang akan menentukan kemana dia hendak pergi. Dalam jadwal acara disebutkan ‘biasanya Presiden akan pergi dengan para relawan.’

San Fransisco adalah kota di pantai barat-selatan Amerika, sementara Washington D.C. berada di pantai timur-utara. Karakteristik kedua kota ini sangat berbeda. Washington adalah kota politik, kota birokrat, dan kota pemerintahan. Sementara San Fransisco adalah kota kewirausahaan (entrepreneurship). Kota ini berdekatan letaknya dengan pusat teknologi komputer yang terkenal ‘Silicon Valley.’ Wilayah sekitar San Franscisco adalah juga daerah tempat ‘pembenihan usaha’ (starts up). Hampir semua produk komputer dimulai dari daerah ini.

Acara Presiden Jokowi akan dimulai di kota ini jam 10 pagi. Dia dijadwalkan akan bertemu dengan orang-orang Indonesia yang ada di Silicon Valley. Pertemuan itu akan diadakan di Computer Museum, Palo Alto. Pada saat itu, Presiden Jokowi akan meresmikan sebuah usaha modal ventura yang diberi nama Palapa Ventures. Perusahan ini digagas oleh Indonesian Diaspora Business Council (IDBC).

Ketua IDBC Edward Wanandi menjelaskan di satu media bahwa Palapa Ventures menargetkan akan mengumpulkan modal sebesar US$20 juta untuk tahun ini. Mereka akan menghimpun dana dari orang-orang Indonesia diaspora. Perusahan modal ventura ini dipimpin oleh Tirto Aji, seorang diaspora Indonesia yang sudah duabelas tahun bekerja di bidang ventures development milik Yahoo. Dia dibantu oleh Mahendra Siregar, mantan ketua BKPM pada masa pemerintahan Presiden Yudhoyono.

Pada pukul 12 siang, Presiden Jokowi akan makan siang dengan para CEO (Chief Executive Officers) perusahan-perusahan teknologi informasi. Jokowi akan memberikan masukan tentang investasi di Indonesia. Selanjutnya, selama satu setengah jam Jokowi akan kembali melakukan ‘blusukan’ di wilayah ‘Bay area’, yakni daerah seputaran San Francisco. Seperti di Washington DC pun, dia akan diampingi oleh para relawan.

Acara penting lainnya yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi adalah mengunjungi kantor pusat Google. Kemudian pada jam 18.30, dia akan berkunjung ke kantor pusat Apple dan akan dijamu makan malam oleh CEO Apple, Tim Cook. Presiden Jokowi akan meninggalkan San Fransisco keesokan harinya (29 Oktober) dan kembali ke Jakarta.

 

Sub Artikel diatas di sunting dari artikel yang berjudul “Jokowi Ke Washington: Sebagai Presiden atau CEO?” Oleh Made Supriatma untuk IndoProgress.

 





Startup Indonesia; Bandung Teknopolis dan Silicon Valley

Potensi besar ekonomi di bidang teknologi dicium oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Daerah Gedebage di timur Bandung pun disiapkan Bandung Teknopolis (menjadi wadah Startup Indonesia) agar perusahaan seperti Google, Facebook dan banyak lain berkumpul. Proyek nasional yang disebut sebagai Bandung Teknopolis memang mempunyai mimpi besar sebagai pusat berkumpulnya raksasa teknologi baik dari dalam dan luar negeri.

SI-Major-Ridwan-Kamil-Support-Bandung-Technopolis-City-Sillicon-Valley

Bandung Teknopolis; Ridwan Kamil Startup Indonesia

Selama ini memang Lembah Silicon yang terletak di selatan San Francisco, California, AS, itu dijadikan oleh pemerintah untuk tempat pengembangan teknologi. Sebut saja Facebook dan Google menetap di kawasan tersebut.

“Project nasional namanya Bandung Teknopolis, itu kayak Silicon Valley. (Perlu diketahui) Ekonomi dunia baru namanya teknologi. Kita inginnya semisal Google, Microsoft nantinya riset di Bandung itu,” ujar Ridwan, saat ditemui usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Ridwan mengatakan bahwa selama ini perusahaan teknologi yang berkantor di Indonesia lokasinya terpisah-pisah dan dia ingin menyatukannya. Dia juga ingin ‘Silicon Valley di Bandung tersebut didesain dengan gaya yang futuristik.

Sebagai langkah awal, Presiden Jokowi sudah memberikan arahan dan memastikan agar visi dan misi ini bisa dieksekusi dengan secepatnya. Para ahli di bidangnya pun diajak Kamil untuk bertukar pikiran.

“Tadi saya bawa Rektor ITB (Kadarsah Suryadi) bertemu Presiden Jokowi, karena nanti ITB yang akan melakukan risetnya. Di sana penting karena nanti riset ITBakan bertetangga dengan pebisnis di bidang teknologi,” kata Kang Kamil–sapaan akrabnya.

Dia juga mempunyai punyai ide agar perusahaan internet seperti Kaskus, Facebook, Twitter bertemu dgn investor-investor yang memang kantornya di kawasan Bandung Teknopolis tersebut.

SI-Sillicon-Valley-Bandung-Technopolis-Blue-Print

Bandung Teknopolis Startup Indonesia, Photo Courtesy Summarecon Bandung dan Bappenas.

Ditambahkan olehnya, kawasan Teknopolis akan dijadikan sebagai zona ekonomi spesial. Dengan zona ekonomi spesial ini, Teknolopis akan bisa mengatur dirinya sendiri, untuk memisahkan diri dari izin atau proses sejenis yang ada dalam peraturan di Kota Bandung.

 

Project Loon

Salah satu langkah dari Google dalam mewujudkannya adalah melalui sebuah inisiatif yng dinamakan Project Loon. Project Loon adalah sebuah penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh Google dengan tujuan memberikan akses paket internet murah dan terjangkau bagi masyarakat di daerah terpencil dan tertinggal. Project Loon menggunakan balon udara yang ditempatkan di lapisan stratosfer dengan ketinggian sekitar 20 km untuk menciptakan jaringan wireless dari udara dengan kecepatan menyerupai jaringan 3G.  Dikarenakan proyek ini memiliki tujuan yang sangat tidak biasa, Google menamakannya sebagai Project Loon.

Balon udara itu dapat bermanuver dengan menyesuaikan ketinggiannya untuk terbang mengikuti arah angin dalam lapisan stratosfer, dengan kecepatan dan arah yang sudah diatur oleh data kecepatan angin di dalam National Oceanic and Atmospheric Administration(NOAA). Para pengguna yang difasilitasi oleh proyek ini dapat terhubung dengan menggunakan antena internet khusus dari infrastruktur atau rumah mereka. Sinyal dari balon udara tersebut dapat memancar melalui jaringan antar balon udara di angkasa, lalu dengan stasiun khusus yang ada di darat, dapat terhubung dengan provider jaringan internet atau Internet Service Provider lalu dengan akses jaringan internet global.

Apa Project Loon itu?

Kita mungkin berpikir internet adalah sarana umun untuk komunitas global yang menghubungkan satu dengan lainnya di belahan dunia lain. Tapi kenyataannya dua-pertiga dari penduduk dunia belum memiliki akses Internet. Proyek Loon adalah balon helium yang terbang dan dirancang untuk menghubungkan (memberikan signal internet-red) pada orang di daerah pedesaan yang terpencil.

 

Bagaimana Project Loon itu bekerja?

Proyek Loon balon mengapung dan terbang di stratosfer, lebih tinggi dari ketinggian pesawat terbang komersial. Di lapisan stratosfer, ada banyak lapisan angin, dan setiap lapisan angin bervariasi dalam arah dan kecepatan. Balon tersebut pergi ke mana mereka dibutuhkan dan digerakan secara naik atau turun oleh angin yang bertiup ke arah yang diinginkan selama perjalanannya. Dengan bermitra dengan perusahaan Telekomunikasi untuk berbagi sinyal spektrum seluler yang memungkinkan seseorang untuk terhubung ke jaringan balon secara langsung dari ponsel mereka atau perangkat di jaringan LTE yang mereka miliki. Sinyal tersebut kemudian diteruskan di seluruh jaringan balon yang terhubung ke internet global di Bumi.

Tahap uji coba Proyek Loon dimulai pada bulan Juni tahun 2013, tiga puluh balon diluncurkan dari Selandia Baru Pulau Selatan. Uji coba tersebut diperluas untuk mencakup sejumlah besar wilayah dengan daerah yang lebih luas. Ke depan, Proyek Loon akan terus memperluas wilayah ekspansinya, dengan tujuan membangun sebuah cincin konektivitas tanpa gangguan di lintang katulistiwa di belahan bumi selatan, sehingga percontohan di garis lintang ini dapat menerima pelayanan yang berkesinambungan melalui Internet dari balon.

Di Indonesia, hari ini 24 Oktober 2015. Bapak Presiden Joko Widodo tengah melakukan kunjungannya ke Sillicon Valley, dan salah satu agendanya adalah meminta Google untuk menerbangkan Project Loon di tanah Papua. Ya, kita harap mereka yang tinggal di Indonesia Timur dapat menikmati teknologi dan kehidupan yang layak seperti di pulau Jawa.

Editorial Benang Merah Komunikasi

Author Editorial Benang Merah Komunikasi

“Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2017 and it has been started since early 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display. We are passionate creative entrepreneurs and strategists working with forward-thinking brands, institutions, and agencies.”

More posts by Editorial Benang Merah Komunikasi

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia