was successfully added to your cart.

Bekal menuju ekonomi digital telah diputuskan dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam bentuk peta jalan e-dagang atau road map e-commerce.

  1. Logistik

    SISLOGNAS atau sistem logistik nasional akan ditingkatkan kecepatan pengirimannya serta dikurangi biaya kirimnya. Semua telah tertera dalam cetak biru SISLOGNAS dan akselerasi tersebut ditujukan untuk penguatan usaha kurir lokal dalam upaya mendukung pengembangan e-commerce Indonesia.

Logistik melalui: (1) pemanfaatan Sistem Logistik Nasional (Sislognas); (2) Revitalisasi, restrukturisasi dan modernisasi PT. Pos Indonesia (Persero) sebagai penyedia jasa pos nasional; (3) Pengembangan alih daya fasilitas logistik e-commerce dan (4) pengembangan logistik dari desa ke kota.

Demi membantu proses perkembangan e-commerce, pemerintah juga bertekad untuk membangun berbagai infrastruktur pendukung, seperti jaringan broadband, logistik, hingga platform payment gateway nasional.

roadmap-ecommerce-indonesia-pos-logistik

Khusus dalam hal logistik, pemerintah telah berkomitmen untuk merevitalisasi peran PT. Pos Indonesia demi mendukung pengiriman barang yang dijual secara online. Saat ini, PT. Pos Indonesia memang telah melakukan hal tersebut dengan menghadirkan PT. Pos Logistik Indonesia.

 





  1. Pembiayaan

    Terbentuknya Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas menyalurkan hibah pemerintah/universal service obligation/subsidi pemerintah kepada digital UMKM dan startup e-commerce platform, optimalisasi lembaga keuangan bank sebagai penyalur KUR, skema penyediaan hibah untuk penyelenggaraan inkubator bisnis, skema penyediaan hibah yang sumbernya berasal dari CSR BUMN, skema penyertaan modal melalui modal ventura, skema penyediaan seed capital pemain teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan kebijakan urun dana sebagai alternatif pendanaan termasuk kerangka manajemen resikonya. Semuanya termaktub dalam RPP e-commerce.

Pendanaan berupa: (1) KUR untuk tenant pengembang platform; (2) hibah untuk inkubator bisnis pendamping startup; (3) dana USO untuk UMKM digital dan startup e-commerce platform; (4) angel capital yang diperlukan ketika startup masih merugi; (5) seed capital dari Bapak Angkat; dan (6) crowdfunding.

 

  1. Perlindungan Konsumen

    Regulasi yang dibuat ditujukan untuk perlindungan pelaku industri e-commerce dan membangun kepercayaan konsumen. Untuk menyuburkan talenta pelaku industri e-commerce dibuat penyederhanaan perijinan bisnis serta memfasilitasi berbagai kegiatan e-commerce. Ini dilakukan pada tahap awal. Selanjutnya adalah mengembangkan national payment gateway yang dapat mengontrol aktifitas transaksi serta membangun kepercayaan antara pemain dan konsumen.

Perlindungan Konsumen melalui: (1) harmonisasi regulasi menyangkut sertifikasi elektronik, proses akreditasi, kebijakan mekanisme pembayaran, perlindungan konsumen dan pelaku industri e-commerce, dan skema penyelesaian sengketa; dan (2) pengembangan national payment gateway secara bertahap.

 

  1. Infrastruktur Komunikasi

    Membangun jaringan infrastruktur pendukung kegiatan e-commerce. Pembangunan jaringan internet kota/kabupaten dan desa.

Infrastruktur komunikasi melalui pembangunan jaringan broadband.

  1. Pajak

    Tata cara perpajakan bagi pelaku startup e-commerce disederhanakan kewajibannya. Juga memberikan insentif pajak bagi investor e-commerce dan kesamaan hukum antara e-commerce lokal dan asing.

Perpajakan dalam bentuk: (1) pengurangan pajak bagi investor lokal yang investasi di startup; (2) penyederhanaan izin/prosedur perpajakan bagi startup e-commerce yang omzetnya di bawah Rp 4,8 Miliar/tahun sebesar 1%; dan (3) persamaan perlakuan perpajakan sesama pengusaha e-commerce, baik asing maupun domestik.

 

  1. Pendidikan Dan Sumberdaya Manusia

    Membangun kesadaran bersama tentang peranan e-commerce sebagai pembangkit ekonomi di Indonesia. Mempersiapkan tenaga-tenaga terampil yang mampu mengembangkan serta memajukan e-commerceIndonesia.

Pendidikan dan SDM terdiri dari: (1) kampanye kesadaran e-commerce; (2) program inkubator nasional; (3) kurikulum e-commerce; dan (4) edukasi e-commerce kepada konsumen, pelaku, dan penegak hukum.

 

  1. Cyber Security

    Gerakan bersama untuk menjamin kegiatan e-commerce yang aman serta pembentukan badan penanganan kejahatan dan transaksi online.

Keamanan siber (cyber security) dengan menyusun model sistem pengawasan nasional dalam transaksi e-commerce dan mengembangkan public awareness tentang kejahatan dunia maya. Selain itu juga menyusun SOP terkait penyimpanan data konsumen dan sertifikasi keamanan data konsumen.

Road map ini dipimpin dan diputuskan oleh Kemenko Perekonomian Darmin Nasution guna penerapannya ekonomi digital Indonesia.

 

Artikel ini diolah oleh tim Editorial Benang Merah Komunikasi dari berbagai sumber.

Editorial Benang Merah Komunikasi

Author Editorial Benang Merah Komunikasi

“Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2017 and it has been started since early 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display. We are passionate creative entrepreneurs and strategists working with forward-thinking brands, institutions, and agencies.”

More posts by Editorial Benang Merah Komunikasi

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia