was successfully added to your cart.

Industri Kreatif - Helsinki-Creative-City-Book-Review

Industri Kreatif – Helsinki Creative City Book Review

The creative industries guide. Helsinki edition. | Markus Karlseder & Astrid Mönnich | Master Thesis | Exhibition Design | Mentoring: Karl Stocker Photo: Melanie Kraxner

Inspired by Alexander Steffen’s book “A User’s Guide for the 21st Century” Astrid Mönnich and Markus Karlseder demonstrate how in Helsinki the city’s creative industries and their actors help to foster social and economic innovations. The work focuses both on the depiction of empirical experiences, on a collection of pictures, various interviews with central actors from the sphere of creative industries and on the city’s design character as experienced by the authors. A travel account adds personal impressions, while interviews and theoretical references contribute to the reflection of narratives, encounters and experiences.

– Article source and Author :  Christine Braunersreuther taken from FH JOANNEUM

Helsinki adalah ibu kota sekaligus kota terbesar di Finlandia penduduk sebanyak 562.570 jiwa. Kota ini terletak di bagian selatan Finlandia, di tepi Teluk Finlandia dan Laut Baltik. Daerah urban Helsinki termasuk kota Espoo, Vantaa, dan Kauniainen, yang disebut juga Wilayah Ibukota dengan penduduk sebanyak 992.836 jiwa. Daerah Helsinki Raya (Greater Helsinki) melingkupi lebih banyak kota-kota di sekitarnya dan memiliki 1.283.093 penduduk yang berarti satu dari empat penduduk Finlandia tinggal di daerah tersebut. (Red-data diambil dari wikipedia)

Helsinki adalah pusat bisnis, keuangan, mode, hiburan, media, dan budaya di Finlandia dengan jajaran museum, galeri, dan tempat pertunjukkan. Kota ini juga menjadi pintu gerbang internasional Finlandia. Helsinki memiliki jumlah warga asing terbesar di Finlandia baik dalam jumlah nyata maupun persentasenya.

 

Industri Kreatif dan Ekonomi Kreatif

Tidak Banyak yang tahu bahwa Ibukota Finlandia tersebut telah melakukan terobosan yang kreatif untuk ketertinggalan mereka dibidang ekonomi. Mungkin sebagian dari kita hanya mengenal merk dagang Nokia apabila mendengar kata Finlandia. Ketertinggalan ekonomi Finlandia dimasa lalu ini membuat Finlandia bangkit dari krisis ekonomi dan menjadi negara yang kreatif. Bahkan memposisikan negaranya untuk fokus pada industri elektronik dan industri ICT “Information and Communication Technologies“.

Pemerintah harus menempatkan BEK dalam rencana yang tepat baik dalam urusan rencana strategis (renstra) maupun pengalokasian anggaran. Karena mengingat signifikansi lembaga ini dalam menumbuhkan energi baru dalam sektor ekonomi kreatif,” tutur Presiden Jokowi di Jakarta, Rabu (28/1/2015).

 

Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display.

ASEAN Economic Community ( AEC ) will be the goal of regional economic integration in the 2015’s . The ASEAN leaders adopted the ASEAN Economic Blueprint at the 13th ASEAN Summit on November 20, 2007 in Singapore to serve as a coherent master plan to guide the establishment of the ASEAN Economic Community in 2015

Franciscus Zheng – Founder Benang Merah Komunikasi

Penulis mencoba mengutip kembali artikel dari SWA Online tentang Bandung Kreatif, disunting dari artikel “Bandung Menuju Kota Ekonomi Kreatif” oleh Dadi A. Salim

Industri Kreatif - Major-Ridwan-Kamil-For-Bandung-Creative-City





Ridwan Kamil, Walikota Bandung sebagai pelopor Industri Kreatif di Indonesia

 

Apa yang menjadi keunggulan Bandung?

Wisatawan yang datang ke Bandung ada 6 juta orang per tahun. Jadi, kalau orang membelanjakan uang sejuta saja untuk menginap semalam, makan, beli oleh – oleh itu sudah Rp 6 triliun perputaran uangnya per tahun. Oleh karena itu, servis terhadap usaha sedang kami upgrade, salah satunya adalah pelayanan perizinan kami termasuk yang terbaik dari sisi pelayanan. Yang mengukur itu dari Ombudsman, jadi sudah 2 tahun berturut-turut badan perizinan kami rapornya hijau.

 

Apa saja potensi yang dimiliki Bandung? Sebesar apa potensinya?

Bandung ini persis kaya Singapura, tidak punya sumber daya alam, tidak punya sumber daya energi juga. Kota ini punya sumber daya manusia, Jadi, bisnis di Bandung adalah bisnis ekonomi kreatif seperti fashion, kuliner, desain, tapi bukan industri-industri yang berskala besar seperti Bekasi dan Tangerang. Bukan kota jasa keuangan, karena sudah diambil Jakarta, jadi Bandung lebih ke ekonomi kreatif.

Industri Kreatif - CEO-Industri-Kreatif-Benang-Merah-Komunikasi-For-Bandung-Creative-City

CEO Industri Kreatif Benang Merah Komunikasi Bpk. Franciscus Zheng (kanan) bersama dengan Wakil Gubernur Jawa Barat Bapak H. Deddy Mizwar (Tengah).

SMESCO Indonesia

Selain pasar dalam negeri, pangsa pasar luar negeri juga merupakan peluang yang baik bagi para KUKM untuk meningkatkan pendapatan dan meraih pangsa pasar yang stabil. Bagi KUKM, kegiatan perdagangan internasional selain dapat membantu mengembangkan jaringan dapat juga menjadi sumber inovasi pengembangan produk. Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan menengah telah melakukan berbagai macam kegiatan untuk membantu ekspansi ekspor produk-produk KUKM, antara lain dengan memfasilitasi kegiatan misi dagang dan pameran, mempromosikan kepada mitra usaha dan pembeli asing melalui kerjasama internasional. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor KUKM, Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah mendirikan Trading House. Fungsi Trading House adalah untuk membantu mengembangkan aktivitas promosi produk-produk KUKM.

Untuk mengelola Trading House, Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah kemudian mendirikan sebuah lembaga dengan nama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM). LLP-KUKM merupakan lembaga non-profit dan unit satuan kerja mandiri dibawah Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. Menggunakan nama operasional SMESCO Indonesia Company, yang merupakan lembaga profesional untuk membantu mempromosikan dan memasarkan produk-produk KUKM agar mampu bersaing dalam pasar global.

SMESCO Indonesia Company didirikan setelah dikeluarkannya Undang-undang Pemerintah nomor 1/2004 mengenai Keuangan Negara yang menjadi tonggak fase baru dalam sejarah Sistem Pengelolaan Keuangan Negara Indonesia. Berdasarkan UU tersebut, kemudian pemerintah mengeluarkan Keputusan nomor 23/2005 mengenai Sistem Pengelolaan Keuangan untuk Badan Layanan Umum.

Dengan dikeluarkannya UU tersebut maka program-program layanan pemerintah untuk mengembangkan dan mempromosikan kegiatan bagi kesejahteraan umum memasuki era baru.

Untuk memenuhi persyaratan mendirikan SMESCO Indonesia Company, maka Kementerian Negara Koperasi Usaha Kecil dan Menengah kemudian mengeluarkan Keputusan nomor 19.3/Per/M.KUKM/VII/2006. Keputusan yang dikeluarkan per tanggal 19 Agustus 2006 tersebut menjadi dasar dari pendirian dan pengelolaan suatu perusahaan. Kemudian pada 20 Maret 2007 dengan Keputusan nomor 159/KMK.05/2007 yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, ia resmi berdiri sebagai salah satu lembaga negara yang menerapkan sistem pengelolaan keuangan untuk Badan Layanan Umum.

SMESCO adalah lembaga yang dikelola secara profesional dengan target untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulan KUKM Indonesia kepada masyarakat internasional. Dengan prioritas utama untuk meraih berbagai macam pangsa pasar yang dapat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain menjalankan kegiatan Trading House, SMESCO Indonesia Company juga mengelola gedung SMESCO INDONESIA yang terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.94, Jakarta Selatan. Dalam melaksanakan tugasnya, SMESCO Indonesia Company akan selalu menjalin kerjasama dengan stakeholders dan mitra usaha, baik nasional dan internasional, demi kepentingan kemajuan KUKM Indonesia.

 

Hubungan Benang Merah Komunikasi dengan Industri Kreatif dan Ekonomi Kreatif yang ada di Indonesia

Benang Merah Komunikasi ingin menjadi leader dalam solusi offline maupun online di era AEC /MEA – ITC “Information and Communication Technologies” itu sendiri, khususnya di Indonesia. Dimana ingin mengantarkan mitra – mitra industri kreatif itu sendiri ke publik, khususnya Internasional. Layaknya Helsinki Finlandia, dimana Bandung menjadi titik acuan itu sendiri.

Mungkin pemerintah secara global maupun divisi lainnya sudah mengarah kearah ini, namun penulis yakin. Impian yang besar ini mampu mengantarkan Bandung, Indonesia ke kancah Internasional yang jauh lebih besar lagi dan dilihat oleh dunia. Tentunya juga mengiringi dan membawa perusahaan Benang Merah Komunikasi ini menjadi “Benang Merah” dari semua UKM di dunia. Sebuah mimpi yang besar, dan penulis yakin, satu saat mimpi itu terwujud. Seperti perwujudan sejarah perusahaan Benang Merah Komunikasi yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Editorial Benang Merah Komunikasi

Author Editorial Benang Merah Komunikasi

“Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2017 and it has been started since early 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display. We are passionate creative entrepreneurs and strategists working with forward-thinking brands, institutions, and agencies.”

More posts by Editorial Benang Merah Komunikasi

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia