was successfully added to your cart.

Selayang Pandang Tentang Liputan INACRAFT 2015

Tanggal 09 April 2015 penulis berkesempatan mendapatkan tiket INACRAFT 2015 dari DayTrans selaku Official Transportation dengan rute perjalanan Bandung – Jakarta (JCC).  Sebuah awal yang baik untuk memulai menganalisa dan mempelajari betapa kayanya Indonesia akan industri kreatif yang dimiliki.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kemajemukan dengan keanekaragaman kebudayaan baik yang asli maupun serapan dengan segala kombinasi perpaduan yang ada. Produk kerajinan sebagai bagian dari Kebudayaan Nasional, yang perlu terus dijaga dan dilestarikan sehingga bisa dijadikan aset nasional.

Industri kerajinan di Indonesia sudah mulai menunjukkan potensinya. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya perajin – perajin baru dengan inovasi – inovasi dan kreatifitas produk – produk yang baru. Tuntutan ekonomi disertai dengan adanya peluang pasar yang cukup menjanjikan. Membuat industri ini kian semarak dan membawa harapan untuk perbaikan dan peningkatan perekonomian nasional.

INACRAFT-2015-President-Jokowi-As-Speaker

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-17 di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (8/4). (DOK -KEMENDAGRI)

 

INACRAFT-2015-President-Jokowi-Open-The-Ceremony

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-17 di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (8/4). (DOK -KEMENDAGRI)

Disinilah peran INACRAFT, sesuai dengan tema sentral From Smart Village to Global Market, untuk menaungi dan memfasilitasi produk-produk kerajinan tersebut untuk bisa naik ke jenjang yang lebih tinggi baik dari segi komersil maupun dari segi estetika seni. Didaulat sebagai salah satu pameran kerajinan terbesar yang ada di Indonesia dan sebagai ajang promosi bagi produksi kerajinan dalam negeri untuk merambah pasar domestik maupun pasar luar negeri melalui produk-produk unggulan, INACRAFT 2014 yang mengangkat Kekayaan Warisan Budaya Jawa Tengah sebagai ikon utamanya, juga bertujuan untuk mengembangkan produk ekonomi kreatif dalam rangka peningkatan kualitas ekspor produk kerajinan Indonesia sehingga dapat dijadikan salah satu alternatif faktor penunjang perekonomian nasional di era perdagangan bebas ini. Dengan sub tema “Meningkatkan Kualitas Produk Handicraft Kreatif Untuk Memasuki Pasar Global” pameran ini diharapkan mampu menunjukkan kepada komunitas kerajinan internasional, eksistensi dan kompatibilitas industri kreatif kerajinan Indonesia di tengah-tengah persaingan pasar industri sejenis dengan negara lain.

Kementerian Perdagangan meyakini pameran The 17th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2015 sebagai ajang pelaku industri kreatif dan kerajinan siap menghadapi hadirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang diberlakukan akhir tahun 2015 ini.

The 17th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2015) merupakan kegiatan promosi produk kerajinan ke-17 dari INACRAFT dan diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerjasama dengan PT. Mediatama Binakreasi dan akan berlangsung pada tanggal 8 – 12 April 2015 di Balai Sidang Jakarta Convention Center.

Penyelenggaraan INACRAFT setiap tahunnya telah menjadi ikon pameran produk Indonesia dan menjadi agenda tahunan pemerintah yang secara konsisten terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas pameran.

 





INACRAFT 2015


Exhibition Name : The 17th Jakarta International Handicraft Trade Fair – INACRAFT 2015
Theme : From Smart Village to Global Market
Date : April 8 – 12, 2015
Opening Hours : 10.00 am. – 09.00 pm
Exhibition Hall : Hall A & B, Cendrawasih Hall, Plenary Hall, Assembly Hall & Main Lobby. Balai Sidang Jakarta Convention Center, Jakarta – Indonesia
Focused products : Indonesian Handicrafts (Gifts, Housewares, Fashion Product, Jewelery)

 

Hadapi MEA, Kemendag Kembali Dorong Industri Kreatif Kerajinan Lewat INACRAFT 2015

Industri kerajinan merupakan salah satu industri kreatif yang berkontribusi besar terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi nasional. Industri kreatif yang mengusung kreativitas tanpa batas ini perlu didorong pemerintah dalam menghadapi era pasar bebas ASEAN mendatang.

Dikatakan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak, di Jakarta (8/4) bahwa pasar ASEAN begitu menggiurkan. Industri kreatif kerajinan dapat menjadi kunci dan kekuatan penting dalam menghadapi MEA. “Ekspor produk kerajinan ke ASEAN selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan 14,11% dengan nilai USD 27,8 juta pada 2014.

Inovasi dan kejelian melihat tren pasar serta terus meningkatkan kualitas produk, imbuhnya, menjadi keunggulan industri kreatif. Ekspor kerajinan Indonesia pada 2014 tumbuh sebesar 3,76% dengan nilai (ekspor) USD 694,34 juta. Tren positif tercatat sebesar 2,63%. “Data per Januari 2015, ekspor kerajinan ke Malaysia meningkat lebih dari 1.400% atau senilai USD 4 juta ketimbang setahun sebelumnya. Nilai ini dipicu peningkatan permintaan produk rambut palsu, bulu mata palsu, atau sejenisnya yang terbuat dari rambut manusia senilai USD 3,5 juta,” jelas Nus.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan diberlakukan pada akhir tahun ini menjadi sorotan penting bagi pelaku industri kreatif. Untuk itu perlu didorong peningkatan daya saing melalui pengembangan produk dan pemasaran. Salah satu dukungan Kementerian Perdagangan terhadap industri kreatif kerajinan melalui The 17th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2015) yang berlangsung pada 8 -12 April 2015 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Pameran INACRAFT menjadi kesempatan berharga bagi para pelaku industri kreatif kerajinan Indonesia untuk terus mengembangkan kreasi mereka serta sebagai sarana promosi dan pemasaran yang efektif untuk memperkenalkan produk mereka,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak, menjelaskan.

Dalam Paviliun bertemakan “Trade with Remarkable Indonesia,” Ditjen PEN dan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) menampilkan keanekaragaman produk Indonesia yang dihasilkan dari kekayaan alam bumi nusantara. Paviliun Ditjen PEN yang menempati area seluas 90 m2 di Assembly Hall (Hall Internasional) memfasilitasi 10 perusahaan Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan bergabung bersama dengan Paviliun Ditjen PDN yang juga memfasilitasi delapan perusahaan binaan. Produk yang dipamerkan terdiri dari produk fesyen, pakaian, tas dan sepatu berbahan tenun, songket, juga batik, produk tas dan alas kaki berbahan kulit, perhiasan, kerajinan tangan berbahan logam dan kayu serta produk anyaman.

Pameran ini menjadi wadah bagi para perajin, pengusaha, eksportir serta UKM kelompok kerajinan Indonesia untuk memasarkan hasil karya. Mereka turut berpartisipasi memajukan kreativitas dalam bidang kerajinan. Kekuatan kreativitas yang tinggi dari industri kreatif, secara tidak langsung dapat mengangkat nama bangsa Indonesia di dunia internasional dan tentunya berdampak positif membangun rasa bangga masyarakat Indonesia.

 “Harapan kami (Kemendag), melalui INACRAFT, tahun-tahun berikutnya kinerja ekspor ini akan terus menunjukkan peningkatan, dengan produk ekspor yang semakin kreatif, inovatif dan beragam, sehingga semakin mengangkat keunikan produk kerajinan Indonesia di pasar dunia,” tutup Dirjen Nus.

 

Sekilas Pameran INACRAFT 2015

INACRAFT-2015-President-Jokowi-Speak-About-Indonesia-Crafts-Potential

Liputan Inacraft 2015; Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-17 di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (8/4). (DOK -KEMENDAGRI)

INACRAFT-2015-President-Jokowi-Ask-The-Crafts-Manufacture-Industries

Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mendampingi Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, membuka International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) ke-17 di Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (8/4). (DOK -KEMENDAGRI)

Di tahun ke-17 penyelenggaraannya, INACRAFT 2015 mengetengahkan “Through Enchanting Bali Towards Global Market” sebagai ikon utamanya dengan tujuan memperkenalkan dan mengeksplorasi potensi-potensi kerajinan, seni, budaya dan pariwisata di Bali kepada masyarakat Indonesia pada umumnya, maupun masyarakat internasional.

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) selaku penyelenggara juga memotivasi pengembangan kreativitas para perajin Indonesia dalam satu bentuk apresiasi kepada para peserta pameran atas karya terbaik anak bangsa di bidang produk kerajinan melalui INACRAFT Awards. Penghargaan tersebut diberikan agar kedepannya dapat mendorong para perajin, khususnya peserta INACRAFT, menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas serta melakukan inovasi penciptaan desain produk yang lebih menarik dan unik tanpa menanggalkan ciri khas budaya Indonesia.

Liputan Inacraft 2015

Liputan Inacraft 2015

Liputan Inacraft 2015

Upaya mendukung kesuksesan INACRAFT 2015 juga diwujudkan dalam penjaringan buyer di luar negeri melalui keberadaan 19 Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan 25 Atase Perdagangan sebagai ujung tombak promosi Indonesia di luar negeri, di samping peran serta para kantor Perwakilan Republik Indonesia di seluruh dunia.

Artikel disadur dari Situs Resmi KeMenDag Republik Indonesia. Foto Courtesy: Benang Merah Komunikasi dan Kemendag Republik Indonesia.

 

Liputan Perjalanan Industri Kreatif INACRAFT 2015

Waktu tak terasa menunjukan hampir pukul 08.00 WIB saat itu, penulis pun bergegas menuju shuttle DayTrans di jalan Dipatiukur Bandung. Jumat 10 April 2015 yang lalu, dengan menggunakan armada dengan nomor 8173 DayTrans. Para penumpang menuju destinasi Shuttle Senayan City dikawasan komplek senayan. Para penumpang yang terdaftar sebagai traveler khusus INACRAFT akan transit di Senayan City. Kemudian diantarkan ke Jakarta Convention Center tempat INACRAFT 2015 di selenggarakan. DayTrans memberikan kemudahan untuk melakukan kunjungan ke INACRAFT 2015, dengan biaya sebesar Rp 175.000,- yang ditujukan kepada buyer INACRAFT 2015. Fasilitas tersebut adalah tiket masuk acara dan tiket pulang dan pergi yang dapat di pergunakankan selama acara INACRAFT 2015 berlangsung. Penulis menyarankan agar pihak penyelenggara terus bekerja sama dengan para penyedia angkutan (bukan hanya dari Bandung – Jakarta) namun berbagai kota keberangkatan menuju Jakarta (JCC) itu sendiri.

INACRAFT-DAYTRANS INACRAFT-DAYTRANSCAR

INACRAFT-BNI INACRAFT-BNIMAP

Dengan dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai sponsor perbankan utama dalam setiap transaksi dalam perhelatan INACRAFT 2015, berbagai jenis kemudahan didapatkan baik ATM berjalan hingga setiap detil informasi stand exhibitor. Menurut Baiquni, terdapat 28 mitra binaan yang diajak BNI dalam acara ini, baik mitra binaan Kampoeng BNI, mitra binaan debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR), maupun mitra binaan debitur BNI Wirausaha (BWU). “Perusahaan anak yang diajak untuk mendukung acara Inacraft 2015 adalah BNI Syariah, BNI Life, BNI Securities, dan BNI Asset Management,” ujar Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. “Inacraft 2015 ini adalah event besar yang merupakan rangkaian pameran sejenis secara internasional, sehingga menarik perhatian masyarakat luas. Event ini merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk memamerkan produk-produk kerajinan tangan berkualitas tinggi dan memiliki potensi bisnis menjanjikan dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk untuk menembus pasar internasional,” tutur Baiquni.

Liputan Inacraft 2015

Liputan Inacraft 2015

Liputan Inacraft 2015

Pada kesempatan kali ini, penulis datang pada perhelatan INACRAFT 2015 dengan beberapa pemilik stand yang berdomisili di Bandung. Salah satunya adalah produsen langsung dari Indonesia Wire Jewelry Community (IWJC). Produsen tersebut sangat antusias untuk melihat langsung produk yang Ia produksi dijajakan dalam INACRAFT 2015.

Ia menyayangkan bahwa komoditas Indonesia tidak dihargai oleh bangsa Indonesia sendiri. Beberapa produk yang dia ajukan kepada komunitasnya seakan akan dianggap terlalu mahal oleh masyarakat. Itulah alasannya memilih INACRAFT sebagai pengenalan produk lokal ke kancah internasional. “Harga tiga ratus lima puluh ribu itu di anggap mahal, padahal bikinnya setengah mati! Ga dihargain. Saya prefer orang bule yang lebih ngerhargain skill dan hasil produk kami. Mereka antusias menanyakan cara pembuatan dari awal sampai akhir. Mereka sangat menghargai kita.” papar seorang produsen yang tergabung dalam komunitas Wire Jewelry yang tinggal di kawasan Antapani Bandung itu.

HTM (Harga Tiket masuk) dari INACRAFT 2015 sebesar Rp 20.000,- tentunya sangat murah untuk event internasional kali ini. Bahkan pihak penyelenggara memberikan free penjemputan dari Bandara Soekarno Hatta hingga JCC dengan menggunakan Armada Big Bird. Antusias setiap pengunjung melakukan transaksi atau hanya window shopping membludak setelah pintu JCC dibuka untuk acara INACRAFT 2015 hari itu.

Penulis berkesempatan untuk mewawancarai salah satu koordinator transportasi bandara, “Antusiasnya luar biasa, kami mendapatkan list buyer dari luar negeri, yang kami dapat dari database registrasi buyer via website. Sehari kira – kira 4-5 rute bolak balik bandara – JCC.” Bahkan disalah satu sudut ruang penulis melihat banyak pemilik kerajinan tangan yang berkewarganegaraan asing. Perbedaan hasil akhir dari pemilik lokal dan asing adalah kontrol kualitas produk mereka. Pemilik asing menekankan beragam aspek, mulai dari kualitas, estetika, keragaman material jenis dalam satu produk, hingga tingkat kesulitan pembuatan produk. Sedangkan produk lokal masih terlihat kurang dari sisi tersebut.

Perjalanan dinas ini, saya Franciscus Zheng beserta kru Benang Merah Komunikasi Saudara Bima Asnari Samura mencoba mengelilingi dan menginggahi setiap stand pameran tersebut. Tak terasa 4 jam kami berkeliling hanya untuk melihat, menganalisis, dan melakukan interaksi dengan para pemilik stand. Waktu tersebut tidak menyurutkan semangat kami, Benang Merah Komunikasi. Kami yakin Indonesia pasti maju, dengan segala kreatifitas dan kemampuan yang dimiliki oleh bangsa dan rakyat Indonesia (walaupun masih sebagian kecil) mampu berkiprah di dunia internasional. Seiring dengan semangat kami Benang Merah Komunikasi, menjadikan Inspirasi untuk mata, telinga, dan hati.

Franciscus Zheng

Author Franciscus Zheng

Founder, CEO, and act a lead Creative Director of Benang Merah Komunikasi itself. A Producer and also an artist. A friend and a creative entrepreneur, when in his very young age has spurred enthusiasm to grow become an originator of fresh ideas. Board of director of this company was a melancholic person.

More posts by Franciscus Zheng

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia