was successfully added to your cart.

Bersiaplah! Kota Bandung sebentar lagi akan memperingati perayaan Konferensi Asia-Afrika yang ke-60. Oleh karena itu, Bandung sebagai kota penyelenggara Konferensi Asia-Afrika akan turut meramaikan peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-60 dengan kegiatan Asian African Carnival 2015.

Ditemui saat jumpa pers di Hotel Grand Preanger Bandung (13/3) Bapak Daniel beserta rekan-rekan pengarah dan pelaksana Asian African Carnival 2015 menjelaskan bahwa acara Asian African Carnival 2015 merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang terdiri dari 6 acara besar yang didukung penuh oleh DisBudPar.

ASIAN-AFRICAN-CARNIVAL-2015-Official-Logo

Asian African Carnival 2015

Asian African Carnival 2015 akan digelar selama 7 hari, dari mulai tanggal 21 – 27 April 2015.

Rangkaian kegiatannya sendiri terdiri dari 6 acara besar diantaranya:

  • Solidarity Day: Tribute to Soekarno & Mandela. (21 April 2015)

  • Asian African Meet & Greet: Mall to Mall Performance. (22-23 April 2015)

  • Bandung 1955: Photo Exhibition of 1955 Asian African Conference. (22-27 April 2015)

  • Asian African Parade: Costume & Music Walking Festival. (25 April 2015)

  • Angklung for the World: 20.000 Angklung Performances. (25 April 2015)

  • Festival of Nations: Asian African Culture Performances. (26 april 2015)

Panitia Asian African Carnival 2015 hingga saat ini sudah menyebar hampir 80 undangan ke para delegasi – delegasi internasional dan nasional yang terdiri lebih dari 50 negara dan menurut data terakhir, sekarang sudah ada 35 delegasi yang membalas undangan dan 21 delegasi yang diantaranya adalah delegasi dari India, Afrika Selatan, Iran, Korea, Malaysia dan masih banyak lagi sudah menyatakan akan ikut serta memeriahkan Asian African Carnival 2015.

Selain delegasi dari negara – negara Asia Afrika, negara – negara yang menjadi sister city Kota Bandung pun turut diundang dan juga tidak lupa kota – kota lain di Indonesia yang ingin berpartisipasi memeriahkan acara Asian African Carnival 2015 pun ikut hadir. Tapi perlu diingat, highlight utama Asian African Carnival 2015 ada di acara Angklung for the World, dikarenakan melibatkan banyak lapisan masyarakat dari berbagai kalangan untuk memecahkan rekor dunia bermain angklung bersama yang jumlahnya 20.000 angklung di Lapangan Siliwangi Bandung.

Dengan adanya Asian African Carnival 2015, panitia berharap Bandung bisa menjadi “ibu kota Asia Afrika” dan juga dapat meninggalkan jejak bersejarah sekaligus dapat memberikan inspirasi serta nilai – nilai budaya pada masyarakat Bandung dan masyarakat dunia pada umumnya. Tapi yang terpenting adalah solidaritas yang nanti akan terjalin diharapkan tidak berhenti begitu saja setelah rangkaian perayaan Asian African Carnival 2015 usai. Info lebih lanjut tentang rangakaian kegiatan Asian African Carnival 2015 dapat Anda lihat di media sosial Twitter @AACarnival2015 dan Facebook facebook.com/AACarnival2015.

Beberapa kegiatan besar selain kegiatan-kegiatan pemeran dan gelar pesta rakyat di tiap kecamatan adalah berikut ini, diantaranya:

  1. Pawai Bendera Asia Afrika

  2. Kegiatan Peduli Lingkungan

  3. Asian African Solidarity Fun Run

  4. Solidarity Day

  5. Bandung Craft & Art Expo

  6. Smart City Summit

  7. Asian African Meet & Greet

  8. Bandungland Festival

  9. Angklung for The World (20,000 pemain angklung Guinness World Records)

  10. Asian African Music & Costume Parade

  11. International NGO Summit

  12. Festival of Nations

  13. Creative Cities Conference

  14. Asian African Student Conference

  15. Festival Budaya Masyarakat Jawa Barat

Sudah barang tentu kegiatan – kegiatan ini tujuannya adalah menyemarakkan perayaan besar ini, dimana pemusatan kegiatan tetap ada di sekitar destinasi wisata populer di Kota Bandung, yaitu sekitar Braga, Asia Afrika, Alun – alun Bandung, Balai Kota, Dago, dan juga di mall – mall terkemuka, selain juga disebarkan di setiap kecamatan, terutama di kecamatan yang menjadi jalur para tamu menuju Kota Bandung.

Hingga hari terakhir di bulan Maret 2015, sudah didata sebanyak 21 negara terdaftar dan memberikan konfirmasi akan bergabung dengan Asian African Carnival 2015. Kendati pun telah ditutup pendaftarannya, beberapa daerah masih meminta perpanjangan karena mereka pun masih memilih delegasi yang akan dikirimkan ke Kota Bandung. Negara – negara yang terdaftar ialah:

  1. Republik Rakyat China (Kota Shenzhen dan Kota Liuzhou)

  2. Korea Selatan (Suwon dan Pusat Budaya Korea)

  3. Jepang (Hamamatsu)

  4. Thailand

  5. Iran

  6. Amerika Serikat

  7. Afrika Selatan

  8. India

  9. Afghanistan

  10. Srilanka

  11. Turki

  12. Pakistan

  13. Zimbabwe

  14. Kuba

  15. Italia

  16. Bangladesh

  17. Filipina

  18. Kamboja

  19. Myanmar

  20. Nigeria

  21. Perancis

  22. Lebanon

  23. Yordania

  24. Palestina

Dengan memajukan portal pendaftaran di www.asianafricancarnival.com sebagai portal resmi berita kegiatan dan registrasi, diharapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata MICE dan wisata perkotaan (urban tourism) dapat terus diperkuat. Selain pendaftaran melalui online sebagai penindaklanjutan undangan kepada para delegasi, diupayakan juga pendaftaran secara manual dengan menyebarkan format pdf agar peserta nyaman dengan pilihan pendaftaran yang sesuai dengan kebiasaan di negara masing – masing.

Selain dari luar negeri, peserta dalam negeri pun terus berdatangan seperti dari Bali, Surakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan, dan Kediri. Daerah lain yang sedang melanjutkan proses pendaftaran pun terus memohon perpanjangan waktu. Peserta dari Kota Bandung pun akan dilibatkan terutama para relawan yang saat ini akan dibagi fungsinya menjadi beberapa fungsi yang diperlukan oleh penyelenggara kegiatan, seperti keamanan, kebersihan kota, ketertiban lalu lintas, pemandu wisata, sosial media, dan partisipan kegiatan yang memerlukan kepesertaan yang massif.

Persiapan oleh panitia semakin ketat. Program acara semakin rapih dan dimatangkan, walau beberapa hal yang terkait tempat menjadi tantangan karena dalam pekan pertengahan di bulan April 2015 puluhan kegiatan semakin memuncak kuantitasnya. Dari aspek penyiapan fasilitas dan layanan bagi peserta pun semakin disempurnakan. Liaison Officer akan dibekali dari puluhan yang sementara disediakan. Semua VIP yang datang akan dilayani oleh LO yang mahir berkomunikasi dan berbahasa asing. Perizinan dan berbagai aspek keamanan, kebersihan, dan keindahan kota terus dilengkapi.

Industri – industri jasa dan perjalanan nampak semakin menyadari akan potensi kunjungan wisatawan yang hadir dalam acara ini sehingga beberapa paket perjalanan ke daerah lain dan di dalam Kota Bandung pun nampak dipersiapkan. Restoran dan hotel semakin menyadari potensi dan dampak perekonomian dari acara ini, sebagai jawaban alternatif dari peraturan yang mengurangi revenue industri perhotelan terutama saat kegiatan pemerintahan dibatasi di lingkungan hotel. Dengan adanya penyelenggaraan acara besar ini, tamu mancanegara dan domestic diharapkan akan meningkatkan kekosongan revenue yang sempat diberitakan menjadi issue penting dan perlu jalan keluar bagi pengusaha akomodasi.

Destinasi wisata di Kota Bandung dan sekitarnya semakin terbuka bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Beberapa destinasi yang patut dikunjungi ialah kawasan belanja busana di jalur Dago, Riau, Cihampelas, dan Pasar Baru, kawasan kuliner di Setiabudi, Cihampelas, Pasirkaliki, dan Alun – alun, dan Braga, kawasan heritage di Asia Afrika, Pecinan, dan Balai Kota, taman – taman di kawasan Dago hingga Riau, kawasan kreatif di Suci dan Cibaduyut, kawasan seni budaya di Padasuka dan Babakan Siliwangi, kawasan wisata alam di Lembang, Cihideung, Cisarua, Pangalengan, Ciwidey, Kamojang, Dago Atas, hingga Ciater.

Dengan semakin pendeknya waktu yang tersedia, kami terus mempercepat langkah pekerjaan dan tidak mengurangi semangat untuk mensukseskan acara besar ini,” jelas Kenny D. Kaniasari, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung saat mengikuti rapat koordinasi bersama panitia eksekutif dan pengarah siang ini di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. “Semoga semua upaya yang dikerahkan oleh masyarakat, panitia yang terdiri dari komponen masyarakat dan juga industri serta professional dan akademisi, juga pemerintah ini dapat terus dikembangkan dan dipererat sebagai simbol sinergi dan kolaborasi yang kokoh dari Kota Bandung bagi dunia.” tambahnya.

 





(Franciscus Zheng, Founder dari Benang Merah Komunikasi merupakan Relawan Asian African Carnival 2015 dengan No. Registrasi : 1504055520d8516cef2, berhak untuk melakukan penyebaran informasi event melalui internet / media siber. Artikel diatas merupakan saduran dari tulisan aslinya dari situs resmi, disunting secara tatabahasa dan editorial oleh Editorial Benang Merah Komunikasi.)

Franciscus Zheng

Author Franciscus Zheng

Founder, CEO, and act a lead Creative Director of Benang Merah Komunikasi itself. A Producer and also an artist. A friend and a creative entrepreneur, when in his very young age has spurred enthusiasm to grow become an originator of fresh ideas. Board of director of this company was a melancholic person.

More posts by Franciscus Zheng

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia