was successfully added to your cart.

Kebiasaan mencari informasi situs yang mereview dan memandu para pelancong, pastinya sering dilakukan baik untuk turis domestik maupun turis mancanegara. Biasanya mereka akan mencari dan melahap semua informasi yang berkaitan dengan destinasi mereka.

Kali ini penulis akan memberikan ulasan mengenai situs wisata Indonesia yang populer yang memberikan informasi yang informatif, up-to-date, dan yang pasti mempunyai kedekatan brand pada pelanggannya.

Video Courtesy Ministry of Tourism of Republic Of Indonesia.

 

TRAVEL-SITE-Lonely-Planet-Logo-Brand

Lonely Planet Logo – Courtesy Lonely Planet.

1. Lonely Planet

Lonely Planet adalah penerbit buku panduan wisata yang terbesar di dunia. Perusahaan ini dimiliki oleh miliarder Amerika Brad Kelley NC2 Media. Dengan membaca Lonely Planet, banyak orang sadar kalau traveling dengan uang terbatas bukan hal tak mungkin. Langsung atau tidak, sadar atau tidak, Lonely Planet berjasa memicu pertumbuhan jumlah backpacker yang luar biasa belakangan ini. Buku panduan perjalanan, yang dulunya terbatas pada kalangan atas, kini diterbitkan untuk para backpacker.

TRAVEL-SITE-Lonely-Planet-Backpacker

Backpacker – Photo Courtesy Lonely Planet.

Sayangnya, Lonely Planet juga memberi dampak buruk bagi dunia perjalanan. “Informasi yang terkompilasi itu mengubah kecepatan dalam traveling. Orang jadi begitu mudah berpindah tempat,” kata Agustinus Wibowo, pengelana yang menerbitkan tiga buku, termasuk Titik Nol (2013).

Menurut dia, sebelum ada Lonely Planet, para traveler terpaksa berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan sesamanya. Mereka juga jadi terpaksa bergaul dengan penduduk lokal untuk mendapatkan informasi. “Lonely Planet membuat kita tidak membutuhkan orang lain,” kata Agustinus.

Akibat lainnya, traveler juga enggan mengeksplorasi sendiri hal-hal lain di luar yang sudah disajikan di majalah. Tempat yang dikunjungi para backpacker pun jadi itu-itu saja.

“Di hotel ketemu mereka, di tempat yang mesti dikunjungi, jumpa mereka lagi. Eh, di warung makan bareng mereka juga. Ini karena kami berpatokan pada buku yang sama,” ujar Agus, yang menuliskan kisah perjalanannya ke Afganistan dalam buku Selimut Debu.

Rekomendasi suatu tempat yang diberikan Lonely Planet juga membuat tempat itu berubah. Surga wisata yang tersembunyi berubah menjadi tempat wisata biasa. Orang banyak datang ke sana, memotret, dan pergi. Penduduk lokal jadi konsumtif dan meminta-minta uang pada turis.

TRAVEL-SITE-Lonely-Planet-Argentina-Backpacker

Backpacker – Photo Courtesy Lonely Planet.

Namun, seperti kata Agustinus, kesalahan bukan pada Lonely Planet, melainkan lebih pada sikap para petualang. Daripada mengikuti apa yang tertulis dalam Lonely Planet, seharusnya para traveler melakukan apa yang diperbuat oleh Tony saat menulis bukunya: pergi ke tempat baru, mengeksplorasi hal yang belum ditemukan, dan selalu penasaran.

Artikel diatas diambil dari artikelnya yang berjudul “Untung-Rugi Lonely Planet untuk Backpackers” oleh QARIS TAJUDIN untuk Tempo.

 





” Lonely Planet’s Tony Wheeler: Saya benci dengan istilah ‘Merek’ “

CI: Bagaimana anda menjelaskan mengenai merek ‘Lonely Planet’ ?

Tony: Saya benci menggunakan istilah “merek”. Namun bagaimanapun juga sebagai merek yang terpenting adalah bagaimana orang – orang dapat mengenalinya. Ada sebuah bayangan yang terlintas apabila seseorang mengenai merek tersebut, dan bayangan atau sesuatu yang muncul dalam benak pemirsa itulah yang harus dibangun. Merek Lonely Planet diposisikan sebagai merek yang mencintai petualangan dalam berwisata, sebagai hasrat, sebagai keingin-tahuan, juga sebagai bentuk realisasi yang terpenting dalam sebuah perjalanan. Kami sebut realisasi itu adalah “Perjalanan dua arah”. Tidak hanya mereka para komsumen yang pergi mendatangi kita, namun sebaliknya, ada hubungan yang tak terpisahkan dan relasi yang harmonis antara konsumen loyal dengan kami sebagai merek. Intinya memberikan kedekatan brand pada pelanggannya.

 

CI: Mengapa menggunakan media cetak, bukan secara online?

Maureen: Karena kami sudah mempunyai situs yang bagus. Saya pikir menyediakan sebuah versi cetak bagi mereka yang tidak ingin melalui jalur online. Saya pikir juga pada situs kami, pengunjung akan terbantu untuk merencanakan apa yang akan mereka lakukan walaupun mereka hanya sekedar melihat lihat. Majalah mempunyai citra yang lebih baik secara visual. Kamu mungkin akan ingin mencari informasi tentang suatu destinasi, hanya cukup melihat dengan cover buku kami – dan foto foto kami, maka anda akan mengambil dan memutuskan dengan cepat. Apakah saya akan mengunjungi tempat ini, memberinya catatan, selipan, dan yang pasti buku tak akan terkalahkan juga keinginan untuk mengoreskan sedikit catatan seperti anda ketika sekolah. Impresi yang didapat berbeda ketika anda dapat meraba dan menyentuh foto secara langsung, secara psikis anda akan terbayang seperti apa anda berada disana, hingga akhirnya anda benar – benar ada ditempat yang telah anda impikan.

Artikel diatas disunting dan diterjemahkan oleh penulis dari artikelnya yang berjudul “Lonely Planet’s Tony Wheeler: I hate the word ‘brand’” oleh CAMPAIGN INDIA TEAM untuk Situs Campaign India.

TRAVEL-SITE-National-Geographic-Logo-Brand

2. National Geographic Indonesia

Situs resmi majalah National Geographic Indonesia yang menghadirkan tulisan populer yang akurat tentang dunia dan segala isinya serta didukung foto-foto. 

 

“Brand bukan hanya sekedar merek dagang. Brand bukan hanya sekedar logo, dan juga brand bukan pula sekedar moto atau jargon. Brand adalah investasi masa depan kita. Sebagai sebuah investasi, brand akan menjamin keberlanjutan produk dan usaha kita. Sebagai sebuah investasi tentu saja brand tidak mampu memberikan keuntungan instant, namun lebih pada keuntungan jangka panjang.”

 

Rasanya tepat apabila National Geographic pantas untuk di masukan dalam daftar peringkat 5 besar situs panduan wisata Indonesia yang populer, walaupun tidak hanya Indonesia yang di bahas disana. Brand NatGeo / National Geographic ini sangat melekat di hati konsumen loyalnya. Semua yang berkaitan dengan merek tersebut seakan akan menaikan nilai prestisi atau sosial seseorang. Ini menarik, karena bukan sekedar memberikan informasi namun merek dapat menjadi hidup dan memiliki kekuatan yang tak terbendung. Bahkan dibeberapa tempat kaki lima yang penulis jumpai di Bandung, replika yang mencantumkan merek tersebut di klaim sebagai OEM, atau hasil produksi yang genuine.  Penulis akan bahas mengenai kekuatan brand National Geographic di kemudian hari.

Backpackers – Memahami Indonesia from Marco Santi on Vimeo.

Situs tersebut memang menyediakan beribu informasi yang penting sekaligus menarik untuk diketahui. Selama ini mungkin, bayangan tentang National Geographic selalu melulu pada hewan, tanaman, hutan dan destinasi wisata. Padahal lebih dari itu, NatGeo menampilkan ‘kekinian’ perkembangan sains dan teknologi, kondisi sosial dan budaya, astronomi, foto yang nenarik, video menawan, tempat unik di bumi, isu terkini, masalah lingkungan, fakta ilmiah, hal yang unik dari organisme dan habitatnya, hingga NatGeo kids.

TRAVEL-SITE-National-Geographic-Cover-Magazine-Gorila-Koko-1985

Koko the gorilla holds a kitten,1985. Photograph by Ronald Cohn, Ph.D. Co-Founder Vice President, Treasurer & Chief Media Documentarian.

Lagi-lagi penulis dibuat kagum oleh National Geographic.

 

TRAVEL-SITE-Couchsurfing-Logo-Brand

3. Couchsurfing

Couchsurfing adalah website dengan misi yang radikal dan luar biasa. Jika anda telah jadi anggota, ada tiga pilihan: anda dapat memilih menjadi host untuk sesama anggota yang sedang traveling (artinya, anda akan menyediakan rumah anda untuk mereka singahi, anda bisa surf di rumah sesama anggota (artinya, anda yang melakukan traveling dan singgah ditempat mereka), atau anda bisa jadi penggembira saja (artinya, anda tidak melakukan keduanya host atau surf, hanya sekedar ikutan hangout ketika ketika event couchsurfing meet-up di satu kota).

Misi ini sepenuhnya sosial—anda tidak dikenakan bayaran saat menginap, anda juga tidak akan memungut biaya saat memberikan tumpangan. Travel like a local adalah slogan mereka. Intinya, misi ini memberikan anda kesempatan untuk bertukar budaya secara nyata (bukan dari tour guide yang berbagi informasi karena dibayar), melihat satu negara atau kota dari perspektif orang lokal, bukan sebagai turis.

Merek ini mempunyai pelanggan dan konsumen yang loyal terhadap merek. Membangun citra merek melalui kekuatan komunitas komunitas kecil di seluruh belahan dunia. Sebagai penggiat dan professional dalam masalah pencitraan merek, penulis menyadari bahwa Couchsurfing mampu mendapatkan porsi di hati pelanggan loyalnya. Mereka mampu menopang citra merek tanpa mereka dibayar, bahkan mereka yang membayar untuk mendapatkan akuisisi dari merek agar  mereka dapat dikenal, dipercaya, diakui, dan yang pasti dianggap sebagai pencinta merek.

***

Couch Surfing? Hah, berselancar di sofa? Ya tidak mungkin, berselancar hanya dilakukan di laut! Tapi apakah di kota Bandung mempunyai laut? Sejak kapan? Hey, ini adalah komunitas traveling bukan tempat belajar surfing. Couch Surfing (CS) ini adalah komunitas traveling yang awalnya dibuat berkat inisiatif Casey Feton tahun 1999 yang saat itu berdomisili di Boston, Massachusetts, US.

TRAVEL-SITE-Couchsurfing-Casey-Fenton-Founder

Casey Fenton founded Couchsurfing.org (His first time startup-ed.), which connects millions of travelers with free accommodation around the world. (Photo by Alexandra Liss)

Awalnya Casey Feton mendapatkan tiket murah untuk perjalanannya ke Iceland. Setelah itu dia mencoba mengontak mahasiswa yang menetap di sana, tujuannya adalah mencari tempat tinggal secara gratis. Setelah merasakan pengalaman itu, dia berfikir untuk melanjutkan kegiatan ini yang disebut hospitality network. Akhirnya ide tersbut berkembang dan hingga saat ini kantor pusat Couch Surfing berada di San Fransisco.

Ada beberapa istilah yang dipakai di komunitas Couch Surfing, para membernya sering disebut couchsurfer atau disingkat CSer, surfer bagi para tamu, dan host bagi si tuan rumah. Sistem dari komunitasnya dapat di illustrasikan seperti berikut. Misalnya anda ingin melakukan traveling ke Timor Leste, anda hanya mengkonfirmasi member Couch Surfing yang berada di Timor Leste. Jika disana ada tempat yang available untuk tempat anda menginap, anda akan diundang oleh host dan bermalam di sana. Wow!

TRAVEL-SITE-Couchsurfing-Meetup-Bandung-by-Ayu-Jessy

Ngobrol santai bersama member Couch Surfing. Photo Courtesy ROI! oleh Ayu Jessy.

Jadi semakin hemat, nih, biaya traveling-nya, anda tidak mengeluarkan biaya buat akomodasi lagi. Selain itu keuntungannya adalah anda akan tinggal bersama orang lokal dan pengalamannya pasti berkesan. Karena sebagai orang lokal, biasanya mengetahui tempat-tempat yang tidak mainstream, traveling-nya pasti lebih seru dari biasanya!

Di Indonesia sendiri, komunitas ini sudah ada sejak tahun 2006 dan tercatat hingga tahun 2012 yang lalu sudah terkumpul sekitar 30.000 member yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan kita untuk bisa melakukan traveling ke seluruh penjuru Nusantara, karena di mana-mana ada anggota Couch Surfing! Mau ke Tanah Toraja, kontak saja member di Toraja, jadi mau ke mana lagi?

Nah, anda sudah mengetahui, bukan, Bandung ini tidak pernah tidak up-to-date mengenai masalah komunitas, apalagi komunitas traveling seperti ini. Jadi dipastikan tidak perlu diragukan lagi komunitas ini hadir di kota Bandung untuk membawa kesegaran dalam dunia traveling. Salah satu anggota yang aktif adalah Aurora Wibrianne atau biasa dipanggil Aure. Dia merupakan CouchSurfing Moderator.

Sedikit info saja, Aure sudah melakukan traveling ke China, Hongkong, Singapura, Laos dan Thailand berkat Couch Surfing, dan juga pernah menjadi host buat para surfer yang dari luar negeri maupun luar kota. “Yang bikin beda Couch Surfing itu ada budaya yang terbentuk di CS, yaitu hospitality yang tinggi banget. Temen-temen kalau lagi traveling dan butuh bantuan, coba hubungi member CS yang ada di kota tujuan aja, pasti ditolong banget,” jelas Aure. “Asik banget, ya, jadi anggota CS, ke mana-mana gampang dan pasti ada yang bantu! “.

Selain traveling, kegiatan lain yang diadakan Couch Surfing terutama di Bandung adalah bertuker cerita tentang pengalaman traveling, menjadi tamu atau menjadi tuan rumah. Ada pertukaran budaya melalui dancing class, volunteering, bakti sosial, house party, reading club yang membahas dan berdiskusi tentang buku dalam bahasa Inggris, nonton bersama, berkaraoke dan banyak lagi yang menarik yang dapat dilakukan bersama-sama. Semua member disatukan oleh passion yang sama: hospitality, tourism dan travel.

Sekedar berbagi saran, untuk anda yang ingin melakukan traveling, ada sedikit tips dari Couch Surfing. Kamu harus dapat membedakan apa itu traveling dan apa itu vacation. Kalau traveling tidak hanya sekadar jalan-jalan saja, kita bisa mendapatkan “sesuatu” dari tiap perjalanan yang kita lalui melalui kehidupan masyarakat lokalnya ataupun dari makanan daerah itu sendiri. Anak traveling biasanya zen mode on. Daerah yang baru dijejaki, tentunya anda harus sopan terhadap warga lokal dan berusahalah untuk bersikap ramah.

Jangan lupa juga untuk mempelajari beberapa kosakata daerah yang akan kamu kunjungi, agar semakin akrab. Dan agar tidak bingung saat ke daerah yang menjadi tujuan anda, cari informasi wisata atau kawasan yang akan ada kunjungi. Agar perjalanan anda disana semakin baik. Kalau menemukan kendala, anda harus tetap survive! Tapi tenang saja, jika masih mengalami kendala ada baiknya untuk bertanya pada host, mereka akan membawamu ke tempat-tempat yang tidak kamu duga.

Setelah menyimak keseruan dari Couch Surfing, masih tidak minat untuk bergabung. Aure merepresentasikan Couch Surfing hanya dengan 3 kata aja, “adventure is here”. Yuk, mari berselancar menjelajah dunia bersama Couch Surfing!

Artikel diatas diambil dari artikelnya yang berjudul ” Berselancar, Menjelajah Dunia Bersama “Couch Surfing” ” oleh Ayu Jessy untuk ROI!, dan di sunting kembali secara tata – bahasa oleh penulis.

 

 

Untuk Anda yang ingin pergi keluar Indonesia, Jangan Lupa Persiapan Anda

Visa

Memenuhi dokumen yang diperlukan untuk memperoleh visa terkadang merepotkan, surat undangan, bukti pemesanan hotel atau paket wisata, bukti pemesanan tiket pulang pergi, surat sponsor, jaminan keuangan, hingga entry permit khusus untuk daerah-daerah tertentu walaupun visa negara bersangkutan sudah di tangan. Tidak dipungkiri akhirnya pejalan akan memilih negara yang dapat dikunjungi dengan syarat yang lebih mudah seperti negara bebas visa atau dengan fasilitas Visa On Arrival. Cek situs Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk daftar negara yang dapat dikunjung bebas visa atau halaman Wikipedia ini untuk negara dengan fasilitas visa on arrival. Untuk informasi yang lebih akurat mengenai jenis paspor yang anda gunakan, visa, peraturan kesehatan, kepabeanan dan informasi bandara, cek situs web IATA Travel Centre.

Walaupun sudah dipastikan pemegang paspor biasa Indonesia bisa mendapatkan Visa On Arrival atau bebas visa, ada baiknya mengecek ulang ke kantor perwakilan negara bersangkutan atau lihat situs Kementerian Luar Negeri Indonesia, terutama untuk negara-negara yang tidak populer di kalangan pejalan Indonesia. Di situs tersebut juga bisa didapatkan kantor perwakilan Indonesia di negara lain, catat alamat kantor perwakilan Indonesia di negara yang akan Anda kunjungi, bermanfaat apabila warga negara Indonesia mengalami masalah selama dalam perjalanannya, kehilangan paspor misalnya.

 

Travel Warning

Situs pemerintah AS ini memiliki informasi travel warning terkini seperti bencana alam, keamanan di negara-negara yang sedang bergejolak atau memiliki hubungan bilateral yang tidak baik. Meskipun travel warning ini lebih diperuntukkan bagi warga negara Amerika Serikat. Tidak ada salahnya mencari tahu situasi keamanan negara yang akan Anda kunjungi. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga memiliki informasi serupa untuk warga negaranya yang akan melakukan perjalanan atau yang sedang berada di negara lain. Walaupun demikian, bukan berarti Anda tidak boleh melanjutkan rencana perjalanan Anda, waspada itu penting.

 

Maskapai Penerbangan

Sudah memastikan negara tujuan berlibur? Kini saatnya memburu tiket pesawat. Expedia, Kayak dan Cheap-o-Air merupakan beberapa mesin pencari yang cukup populer di kalangan pejalan untuk mendapatkan informasi atau membandingkan harga tiket pesawat. Cek juga mesin pencari penerbangan ini yang baru saja dimiliki Google. Untuk mendapatkan harga yang terbaik, sebaiknya anda cek silang ke situs maskapai bersangkutan.

Perlu diketahui, umumnya mesin pencari penerbangan yang melayani pemesanan melalui mereka atau mengarahkan ke situs web maskapai penerbangan tertentu hanya akan menampilkan pilihan maskapai yang memiliki kerjasama, dalam arti mendapatkan komisi penjualan dari maskapai tertentu. Itu sebabnya Anda tidak akan menemui maskapai penerbangan murah seperti Air Asia, Value/Jetstar Airways, Tiger Airways dan sebagainya di mesin-mesin pencari tersebut.

Apabila sudah memastikan memesan tiket, kini saatnya memilih tempat duduk. SeatGuru akan memberikan informasi di mana tempat duduk terbaik.

 

Penginapan

Agoda dan Hostelbookers hanya beberapa situs web pemesanan hotel dan hostel yang menyediakan berbagai pilihan penginapan di berbagai negara. Coba juga cari situs web pemesanan lokal negara tujuan Anda. Sama seperti prinsip memilih maskapai penerbangan, cek ulang dengan situs web penginapan yang bersangkutan untuk mendapatkan harga yang terbaik.

CouchSurfing menyediakan tempat gratis untuk menginap di rumah orang lokal yang bersedia menampung Anda untuk beberapa hari di kota yang akan Anda kunjungi. Sekarang jasa ini tidak sepenuhnya gratis, untuk bisa memanfaatkan fasilitas ini diperlukan biaya verifikasi sebesar US$5 (sekitar Rp50.000).

Pertukaran rumah, menggantikan atau menjaga rumah orang lain ketika yang punya rumah sedang bepergian atau sambil menyelam minum air bekerja sampingan menjaga rumah orang lain sepertinya juga menarik. Tapi ini semua tidak gratis, dikenakan biaya tahunan.

 

Rencana Aktivitas

Ini yang paling menarik, mempelajari ulasan negara yang akan dikunjungi, informasi dasar negara bersangkutan mulai dari informasi pengunjung, waktu kunjungan, jadwal festival atau agenda acara, mata uang, tips pengunjung, makanan dan minuman lokal, sejarah, seni dan kebudayaan, ulasan objek wisata, dan masih banyak lagi. Infomasi ini sangat mudah didapat di situs web pemandu perjalanan seperti Lonely Planet! Jangan lupa mampir di Thorn Tree, forum yang membahas berbagai pertanyaan dan rekomendasi oleh sesama pejalan. Ada pula Frommers yang di samping memiliki forum serupa, juga menyediakan rekomendasi rencana perjalanan. Beberapa situs lain seperti MyDestination dan National Geographic City Guides juga menarik untuk dibaca dengan beragamnya artikel perjalanan yang membahas lebih detil untuk topik tertentu.

 

Anggaran

Bisa dilakukan sendiri secara manual dengan menggunakan program spreadsheet dan memasukan data kebutuhan pengeluaran. Tapi coba mampir ke kalkulator perjalanan bujet ini, barangkali saja ada beberapa elemen pengeluaran yang terlupakan.

 

Cuaca

Semuanya sudah dipersiapkan secara detil, kini saatnya membuat daftar apa saja yang harus dibawa. Jangan lupa mengecek cuaca tempat tujuan Anda di WeatherBase, jangan sampai salah kostum.

 

Artikel di atas dibuat dan di sunting oleh penulis dengan menggunakan teknik kurasi konten, untuk situs Benang Merah Komunikasi. Hak Cipta karya di sesuaikan dengan artikel yang dikutip, diterjemahkan, disunting kembali sesuai dengan penjelasan yang telah tertulis dibagian bawah masing masing artikel.

Editorial Benang Merah Komunikasi

Author Editorial Benang Merah Komunikasi

“Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2017 and it has been started since early 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display. We are passionate creative entrepreneurs and strategists working with forward-thinking brands, institutions, and agencies.”

More posts by Editorial Benang Merah Komunikasi

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia