was successfully added to your cart.

Berbekal dari animo dan rating dari artikel dengan tajuk Study Case; Zulu.ID di artikel sebelumnya sangat tinggi dan kajian penulis terhadap banyak sekali pertanyaan dengan kata kunci “cara menonton“, “cara mengunduh“, maupun cara penggunaan webapp tersebut, kini penulis mencoba mempaparkan lebih lengkap mengenai situs webapp Zulu.ID.

 

Zulu.ID adalah webapp milik Netmediatama yang sepenuhnya dioperasikan dan dikelola oleh management dibawah PT. Net Media Televisi. Penulis adalah pihak ketiga yang indipenden dalam memberikan response, ulasan, dan kajian tanpa terkait dengan Netmedia maupun Management Zulu.ID.

 

Basis Teknologi

Penulis mengamati basis operasi webapp Zulu.ID, situs ini ditautkan dari server Dailymotion. Dengan kata lain, Dailymotion merupakan salah satu pusat data alternatif unggah video yang disimpan oleh situs ini. Tak heran, Dailymotion memfasilitasi dan memberikan salah satu program aliansi untuk mereka yang mau mempublikasikan konten dan material mereka (video) dikanal Dailymotion.

Siapa Dailymotion dan kenapa menggunakan Dailymotion sebagai salah satu wadah untuk pengembangan saluran video? Penulis coba kutip dari artikel situs tersebut.

Dailymotion menarik 300 juta pengguna dari seluruh dunia, yang menonton 3,5 miliar video dengan pemutar Dailymotion setiap bulan.

Inilah tempat di mana pembuat video bebas berbagi dunia mereka dan terhubung dengan audiens yang antusias di mana pun, kapan pun. Kami bermaksud menawarkan kepada semua pembuat video sumber daya yang tepat, teknologi terdepan, fleksibilitas dan visibilitas yang mereka perlukan untuk menginspirasi, memberikan informasi, dan menghibur.

 





Situs penyedia konten video lainnya memiliki beraneka cadangan atau alternatif server untuk memudahkan pemirsanya dalam berinteraksi dalam situs mereka. Ada yang disimpan dalam server data mereka, mengunggah dan menautkan kembali via youtube, dan beragam pilihan seperti openload, putlocker – video host server, dll. Bagi pengembang, tidak hanya sekedar menyimpan dan mengunggahnya via pihak ketiga, namun perlu disimak apakah konten tersebut dapat di monetize atau bahkan dapat diimplementasikan dengan kebutuhan pihak pengembang.

Dalam studi kasus ini adalah Zulu.ID, yang meletakan alternatif unggahan video mereka via Dailymotion. Pada halaman Developer Dailymotion, dapat dirincikan bahwa pengembang situs maupun webapp dapat mengintegrasikan video yang di unggah lewat server mereka. Namun rasanya sekelas Netmedia untuk Zulu.ID agak miris menggunakan third party dan bukan menautkan dari server mereka sendiri entah apapun alasannya. Atau ini hanya bagian dari percobaan dan pijakan untuk perkembangan selanjutnya?

 

Zulu.ID (akan) seperti Netflix?

Pada artikel sebelumnya penulis membahas tentang Netflix, namun sampai dituliskan artikel ini penuls belum melihat arahan itu, masih indikasi yang sangat minim. Awalnya harapan penulis, salah satu media yang mengusung kreatifitas dan ingin menjadi kiblat baru pertelevisian di Indonesia mampu memberikan terobosan yang baik. Mungkin waktu yang akan mewujudkannya untuk membuatnya semakin kece.

Zulu.ID menurut penulis tak ubahnya situs Vidio.com suatu situs yang menyajikan konten video yang didominasi oleh SCTV, yang melakukan transformasi dari konten broadcast ke konten digital / siaran digital. Memang Netmedia tidak mengizinkan usernya mengunggah video via Zulu namun, Net sudah melakukannya via Citizen Journalist dengan alih alih Netizen pada situs yang dikelolanya dan dengan pattern yang sama dan menggunakan Net Account sebagai induk manajerial akun terkait.

Lagi – lagi ekspektasi awal penulis terlalu berlebihan. Sampai dipublikasikannya artikel ini, semenjak Zulu masih belum rilis, penulis mengamati tidak ada perubahan yang signifikan dari Webapp Zulu. Mudah – mudahan pengelola Zulu.ID membaca artikel ini dan tergerak untuk memperbaharui dan memberikan kembali angin segar bagi pemirsanya.

 

Masalah Pengguna (awam)

Ini adalah point utama dimana artikel ini ditayangkan, karena penulis menemukan banyak sekali yang mengakses mengenai Zulu.ID pada artikel sebelumnya. Masalah penggunanya.

 

Bagaimana cara menonton Zulu.ID ?

Cara Pertama adalah dengan menggunakan web browser; Modern Browser. Penulis mengamati perubahan tren dari halaman statis dan hingga saat ini halaman dinamis (HTML5) juga berpengaruh pada kemajuan teknologi dan infrastrukturnya, web browser. Anda dapat mempelajari kemajuan teknologi tersebut berdasarkan list web browser yang pernah ada.

Modern Browser adalah jawabannya, bukan artinya browser favorit Anda sudah di perbaharui versi terkini, namun modern browser adalah salah satu tag dimana browser di klaim lebih praktis, cepat, ringan, terkostumasi publik (open source), dan point utamanya adalah mampu merender semua jenis teknologi web terbaru. HTML5 dan CSS3 misalnya.

Pengguna awam kebanyakan ingin mengupdate semua applikasi dalam komputernya ke versi terbaru, namun tidak mengerti dan tidak menyeimbangkan dengan piranti kerasnya.

Sebagai contoh Apple, Apple sering kali memberikan pernyataan bahwa mereka sudah discontinue / tidak mendukung lagi piranti seperti macbook keluaran tahun sekian, atau iDevice mereka seperti iPhone 4. Apa alasannya? Alasannya sebenarnya simple, selain budaya barat mengadopsi recycle teknologi juga memberikan pernyataan bahwa perangkat tersebut sudah lagi tidak layak karena dianggap tidak mampu memberikan performa yang mendukung perkembangan zaman saat itu.

Jadi apa jenis Modern Browser saat ini? Menurut hemat penulis, saat ini adalah Google Chrome dan Firefox. Kedua jenis browser ini selalu berada di urutan teratas dalam mengikuti perkembangan kemajuan bahasa teknologi web. Namun mengapa di situs Benang Merah Komunikasi ini disebutkan Microsoft Edge, Safari, dan Opera juga termasuk modern browser? Jawabannya pihak developer kami telah melakukan test di berbagai metode dan memastikan bahwa situs duniabenangmerah.com dapat di render dengan maksimal dengan semua pilihan browser tersebut. Tentunya di imbangi dengan spesifikasi perangkat dan koneksi data Anda.

Tips untuk menonton Zulu.ID dan situs lain yang memiliki server alternatif;

  1. Pastikan anda memiliki modern browser versi terbaru dari Google Chrome atau Mozilla Firefox.

  2. Memiliki ekstensi, plugin yang sudah diperbaharui khususnya Adobe Flash Player versi terbaru.

  3. Memiliki koneksi data yang cepat karena jelas Anda akan mendapatkan konten berupa video dan bukan teks.

Kalangan pengguna awam biasanya ingin semua serba wah, dengan kemampuan seadanya. Ini salah! Untuk optimalisasi dan tampilan terbaik, semuanya harus sepadan dan seimbang. Anda memiliki koneksi 15mbps namun piranti anda hanya Intel Core 2 Duo, RAM VGA dan RAM yang minimalis, dan ingin kualitas full HD? Ini mustahil! Hasil renderan dan tampilan pasti akan tidak maksimal.

  1. Apabila Anda hanya memiliki piranti seadanya, memilih ulang kualitas video yang ditampilkan juga akan berperan banyak untuk optimalisasi. Pilihan Auto tidak melihat berdasarkan hasil renderan, kapasitas RAM maupun VGA Anda, namun berdasarkan koneksi data.

 

Banyak yang mengeluhkan perbedaan tayangan dan kualitas tampilan di Zulu.ID dan di Youtube. Jawabannya pun sangat sederhana. Seberapa besar Google untuk membukakan jalur bandwith bagi para penyedia layanan paket data (operator) dan seberapa besar Dailymotion atau pihak server anda membuka bandwith bagi pengunjung untuk mencegah terjadi bootle neck? Studi kasus Zulu.ID ini dilandasi pandangan pengembang dan bukan dari sisi pengguna.

 

Bagaimana cara mengunduh video (download) Zulu.ID?

Pertanyaan ini juga populer di kalangan pengguna dan fans Net. Sepertinya para pengguna masih sangat awam. Perlu diketahui semua konten dan material setiap situs mempunyai kebijakan pengguna maupun kebijakan situs itu sendiri. Dan sayangnya pengguna masih belum melek akan “arti” dan “makna” dari kebijakan tersebut. Mereka tidak memahami hak cipta maupun perlindungan atas kekayaan intelektual, secara digital.

Penulis rasa pengunduhan video adalah illegal untuk situs seperti Zulu.ID, karena semua muatan video tersebut adalah hak milik dari Netmedia. Mungkin menyebarkan tautan agar pengunjung lain dapat menonton lewat tautan yang sama di salah artikan dengan menyebarkan video yang dapat di unduh.

Anda dan penulis tidak mempunyai hak untuk mendownload, mengkoleksi unduhan video. Dan penulis rasa untuk situs seperti Youtube pun memberlakukan kebijakan penggunannya secara cermat. Dimana muatan video tidak dapat di reproduksi, disebarkan, diunggah kembali, dan seterusnya karena berkaitan dengan kode etik dan penyalah gunaan aturan.

 

Kesimpulan

Pengamatan sebagai pengembang, penulis harap Zulu.ID mampu menciptakan terobosan yang memberikan angin segar bagi penggunanya. Dan sebagai pengguna, penulis harap Zulu.ID dan situs lainnya memberikan nilai nilai edukasi mengenai etika berinternet, cara penggunaan, dan hal hal yang mungkin berkaitan dengan itu. Karena pengguna internet saat ini tidak terbatas dari usia maupun status mereka. Namun penulis menyadari, siapa target audience dari webapp Zulu.ID, yang dapat mematahkan hipotesa sebelumnya.

Franciscus Zheng

Author Franciscus Zheng

Founder, CEO, and act a lead Creative Director of Benang Merah Komunikasi itself. A Producer and also an artist. A friend and a creative entrepreneur, when in his very young age has spurred enthusiasm to grow become an originator of fresh ideas. Board of director of this company was a melancholic person.

More posts by Franciscus Zheng

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia