was successfully added to your cart.

Tren Infografis Indonesia

Apakah anda pernah mendengar kata Nirmana? lagi – lagi kami yakin masih segelintir orang yang mengetahuinya. Ya kata ini tidak terdengar dan jarang di lontarkan. Kami akan membahas mengenai Nirmana pada artikel selanjutnya.

Bagi kalangan mahasiswa desain komunikasi visual maupun kalangan yang bergerak di bidang rancang grafis, mendengar kata Infografis adalah hal yang biasa dan mungkin sudah menjadi santapan tugas / pekerjaan rumah mereka sehari hari. Namun bagi kalangan awam masih banyak perubahan makna atau kesalahan pengucapan. Tim analisis Benang Merah Komunikasi mencatat terdapat lebih dari 100.000 traffic setiap bulannya tertaut dengan salah satu artikel yang pernah kami muat di awal tahun 2015 yang berjudul Membuat Tampilan Lebih Hidup dengan Infografis. Ini salah satu alasan kenapa kami mencoba menghadirkan kembali dan meluruskan makna dan pengertian mengenai infografis.

Perubahan besar terjadi di kalangan rancang grafis yang mengakibatkan pergeseran (kearah yang lebih baik) tren desain di Indonesia. Ini dapat juga terkait dengan kemajuan cara berpromosi bagi kalangan professional seperti layanan komunikasi publik , humas maupun tim sales itu sendiri. Mungkin tanpa Anda sadari, 2-3 tahun kebelakang perubahan drastis dilakukan secara besar – besaran hampir disemua elemen promosi yang ada di Indonesia. Kami tidak menyebutkan atau punya keterkaitan dengan nama merek instansi tersebut, namun media tersebut memberikan dampak yang signifikan yang tentunya memberikan angin segar ranah desain komunikasi visual di Indonesia, membuat Indonesia Kece.

 

Mana penulisan yang benar: Infografis atau Infografik?

“Mana penulisan yang benar: Infografis atau Infografik?” Oke, karena banyak banget yang bertanya ke kami dan juga melihat masih banyak yang salah dalam penggunaan kata ini, kami memutuskan untuk membuat artikel untuk meluruskan hal ini.

Kata infographic pada bahasa Inggris berasal dari penggabungan dari 2 kata, yaitu “information” + “graphic”. Sekarang kita fokuskan untuk membahas kata ke-2 yaitu “graphic”, karena kata information sendiri sudah jelas definisi nya.

Lalu apa sih definisi grafik itu sendiri? Kata grafik adalah terjemahan dari kata “Graph” (Bukan Graphic) dari Bahasa Inggris, yang berarti;

a diagram showing the relation between variable quantities, typically of two variables, each measured along one of a pair of axes at right angles.

sedangkan kata grafis atau “graphics” di definisikan sebagai berikut;

Graphic = of or relating to visual art, especially involving drawing, engraving, or lettering.

Sampai saat ini mungkin sudah cukup menjelaskan. Yang perlu dipahami adalah: Infographic adalah teknik menyajikan informasi secara visual/grafis, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Salah satu kemungkinan kenapa banyak salah orang mengartikan dengan menyebut kata infografik adalah karena pada infografis sering terlihat ada grafik (chart) entah itu grafik batang/pie chart. Padahal infographic sendiri itu masih sangat luas daripada hanya sekedar chart. Kemungkinan lainnya adalah orang menyebutkan kata infographic (dalam Bahasa Inggris) secara lisan, lalu terdengar sebagai Infografik dalam Bahasa Indonesia.

Kata graphic dalam kata Infographic itu berarti visual, gambar, yang jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia adalah GrafiS, bukan GrafiK. Sama seperti penulisan yang benar adalah Desain GrafiS, bukan Desain GrafiK.

 





tren-infografis-indonesia-sosmed-by-mediawave

Sample Infographics Courtesy Mediawave

Mengenal Lebih Dekat

Menyampaikan informasi secara visual juga sudah dikenal sejak lama, seperti pada zaman manusia purba dimana banyak terdapat lukisan di dalam gua yang menggambarkan suatu kejadian. Peneliti mengatakan bahwa penyampaian informasi secara visual memiliki banyak keuntungan dibandingkan dengan teks. Karena manusia dapat jauh lebih cepat menangkap informasi yang disampaikan. Salah satu alasannya adalah informasi yang ditangkap secara visual akan diproses sekaligus oleh otak, berbeda dengan informasi yang disampaikan via teks, dimana informasi akan diproses secara linear (dari awal kalimat hingga ke ujung kalimat).

Infografis memiliki banyak manfaat untuk penyampaian informasi. Pada era dimana informasi sangat membludak, para audience memiliki keterbatasan waktu dan energi untuk memahami maupun membaca informasi yang disampaikan. Dengan banyaknya distraction atau pengalihan (pikirkan semua media sosial / game / berita online yang kredibilitasnya diragukan) saat ini consumer attention merupakan aset yang penting. Kita harus berusaha untuk berhasil mendapatkan perhatian dari target audience kita untuk mau memahami apa yang ingkin kita sampaikan. Bagaimana mereka mau memahami informasi yang kita sampaikan jika membaca saja mereka tidak mau? Infografis dengan kekuatan visual yang menarik akan mengurangi barrier/halangan tersebut. People will have much more interest.

Membuat infografis sendiri adalah percampuran antara skill desain, analisis informasi, dan storytelling. Ketiga komponen tersebut adalah kunci dari infografis yang maksimal.

 

Jenis-jenis Infografis

tren-infografis-indonesia-statistik-by-safetysign

Sample Infographics Courtesy Safety Sign

tren-infografis-indonesia-statistik-by-world-resources-institute

Sample Infographics Courtesy World Resources Institute

Infografis Statis

Infografis statis adalah infografis dalam bentuk gambar yang tidak bergerak. Seperti misalnya infografis pada media cetak ataupun website. Infografis ini adalah jenis infografis yang paling umum.

 

Infografis Animasi / Video Explainer

Animated infographic adalah infografis dalam bentuk video animasi, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi. Ini dapat digunakan pada televisi ataupun media online yang dapat menampilkan video contohnya seperti YouTube atau Vimeo sebagai distribusi video secara online. Animasi dapat lebih menarik karena selain elemen visual juga menggunakan motion (pergerakan) dan audio (musik/sound effect) yang dapat memperkuat informasi/pesan yang ingin disampaikan.

Terkadang jenis Infografis dalam bentuk animasi ini juga dikenal dengan istilah video explainer, whiteboard animation, atau juga animated infographics. Ya sample yang kami ambil sebagai illustrasi dapat terlihat dan terasa bedanya. Ini adalah bagian dari klasifikasi kategori untuk Infografis Animasi dan Animasi atau Motion Graphics sebagai induknya.

tren-infografis-indonesia-html5-by-collaborative-fund

Sample Interactive Infographics on HTML5, you might open new page because this is a full version of website using the HTML5 method. Courtesy Collaborative Fund

Infografis Interaktif – HTML5

Infografis interaktif adalah infografis yang ditampilkan pada website dan pengguna dapat berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan melalui user interface yang telah di-desain. Dengan infografis interaktif pengguna dapat sesuai keinginan mengeksplorasi informasi yang ingin didapatkan. Pada pihak pembuat infografis pun dapat merancang tampilan agar informasi yang disampaikan seefektif mungkin sesuai perilaku user. Untuk membuat infografis interaktif diperlukan keahlian seperti desainer, illustrator, UI/UX desainer, dan programmer. Pada infografis interaktif programmer/developer memiliki peran yang penting agar infografis yang sudah didesain dapat berfungsi dengan maksimal dan tanpa masalah.

HTML5 merupakan sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML dan hingga bulan Juni 2011 masih dalam pengembangan. Dimana tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin.

Dahulu mungkin orang mengenai flash sebagai salah satu media presentasi interaktif. Namun belakangan karena tidak mumpuni dan membutuhkan sumberdaya yang besar, bantuan pihak ketiga, dan pengaksesan yang tidak bisa di buka di beberapa perangkat (membutuhkan adobe flash, shockwave, maupun flash player). Flash ditinggalkan dan beralih ke era yang lebih baik, HTML5. Ini adalah dasar dimana kajian interaktif dapat ditampilkan lebih baik. Contohnya untuk penggunaan informasi yang berkaitan dengan media visual dan elemen lainnya.

Artikel disempurnakan oleh Tim Editor Benang Merah Komunikasi yang kami peroleh dari tulisan kami sendiri, kajian dari internet dan artikel yang kami dapat dari situs House of Infographics (tanpa mengurangi rasa hormat kami dan nilai yang terkandung dalam situs tersebut kepada penulis sebelumnya).

Editorial Benang Merah Komunikasi

Author Editorial Benang Merah Komunikasi

“Benang Merah Komunikasi Indonesia seeks to become a global leader in digital media solutions and digital marketing in the era of AEC ( ASEAN Economic Community ) in 2017 and it has been started since early 2015, especially in Indonesia. We hope that we can give our customers something to create breakthrough digital content, spread in the media and services, measure and optimize from time to time, and achieve greater business success. We help our customers create, manage, promote and monetize their content in each channel and display. We are passionate creative entrepreneurs and strategists working with forward-thinking brands, institutions, and agencies.”

More posts by Editorial Benang Merah Komunikasi

© 2004-2017 Copyright Benang Merah Komunikasi Indonesia. Registered Trademarks.

Made with in Indonesia